05
Des

ASN Harus Siap Berkolaborasi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jakarta-Humas BKN, Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Supranawa Yusuf menghadiri Seminar Making Indonesia 4.0 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (03/12/2018). Seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga Lembaga Ketahanan Nasional tersebut adalah program penguatan kapasitas pemimpin Indonesia. Seminar tersebut bertujuan untuk menciptakan inovasi pada Bangsa Indonesia agar Indonesia menjadi lebih baik.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dan sejumlah Pejabat lain dari Kementerian/Lembaga Pusat dan Daerah serta perwakilan dari Institusi Pendidikan di Indonesia.

Dosen Senior Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika, Otto Scharmer. (don)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa saat ini Bangsa Indonesia harus mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 yang terintegrasi membuat pekerjaan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi lebih efisien. Untuk menjadikan pekerjaan tersebut menjadi lebih efisien adalah melalui kolaborasi antara atasan dan bawahan. “Kita harus mengubah cara berfikir kita, jika ingin serius menghadapi 4.0,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (don)

Dosen Senior Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika, Otto Scharmer yang menjadi narasumber pada seminar tersebut menjelaskan Teori U yang ia ciptakan, bahwa dalam menghadapi tantangan 4.0 masyarakat dituntut untuk melihat sepenuhnya (open mind), mengerti sepenuhnya (open heart), dan menerima sepenuhnya (open will). Hal tersebut harus dilakukan oleh ASN dengan berkolaborasi dalam menciptakan tata kelola 4.0 Awareness Based Collective Action (ABC) atau Pemerintahan yang transparan dan akuntabel (Open Goverment and Open Data) berdasarkan eco-system atau kebutuhan masyarakat. “Anda tidak dapat memahami suatu sistem kecuali anda membuat sistem tersebut untuk melihat dan merasakan sendiri,” tuturnya.

Pada seminar tersebut Luhut juga menyampaikan bahwa kedepannya, program seperti pelatihan yang bertujuan untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 akan dilaksanakan lebih masif lagi. Peserta pun bukan hanya dari Kementerian/Lembaga saja, tetapi juga akan merangkul berbagai pihak diantaranya dari kalangan partai politik dan lembaga swadaya masyarakat. kaw