07
Okt

Awal Tahun 2019, Pusbang ASN Targetkan PIK Terdaftar Sebagai Politeknik Mandiri di Kemenristekdikti

Ciawi-Humas BKN, Kepala Pusat Pengembangan (Pusbang) ASN BKN, Ahmad Jalis saat menutup Workshop Tata Cara Pengajaran Perguruan Tinggi Pendidikan Ilmu Kepegawaian, Jumat (5/10/2018), di Pusbang ASN BKN, Ciawi, Bogor, mengatakan awal Januari tahun 2019 Pusbang ASN akan mendaftarkan Pendidikan Ilmu Kepegawaian(PIK ) BKN ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai Politeknik Kepegawaian yang berdiri secara mandiri. Selama ini penyelenggaraan PIK BKN merupakan kerja sama dengan Universitas Terbuka.

Ahmad Jalis mengharapkan dengan terdaftarnya PIK di Kemenristekdikti diharapkan akan lahir PIK “wajah baru” yang makin matang menyiapkan lulusan berkualitas yang kemudian mewujud dalam Analis Kepegawaian, Auditor Kepegawaian dan Asesor SDM Aparatur yang profesional. Jalis menjelaskan Workshop kali ini merupakan bagian upaya meningkatkan kapasitas para pengajar PIK untuk mendukung terwujudnya pola belajar mengajar yang efektif di lingkungan PIK yang mampu melahirkan kualitas lulusan sesuai dengan target pembelajaran.

Sebelumnya, dalam workshop yang telah berlangsung sejak Kamis (4/10/2018) itu, dihadirkan sejumlah pakar pendidikan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Salah satu pemateri, Drs Kerdid Simbolon MPd saat menyampaikan materi Standar Kompetensi Lulusan mengatakan ada empat unsur lulusan yang diharapkan Pemerintah dari penyelenggara pendidikan perguruan tinggi. Dua unsur lulusan disusun oleh pemerintah, dan dua lainnya disusun oleh asosiasi program studi (Prodi). “Dua unsur lulusan yang dibuat oleh Pemerintah adalah sikap dan keterampilan umum dan dua unsur lulusan yang dibuat oleh Prodi adalah keterampilan khusus dan pengetahuan,” jelas Kerdid.

Sementara itu, Pakar Pendidikan UKI Dr Dra Erni Murniarti dalam workshop tersebut menjelaskan materi mengenai Blended Learning yang memiliki tujuan menggabungkan pembelajaran secara langsung (face to face) dan lingkungan e-learning. “Blended Learning digunakan untuk mendeskripsikan suatu situasi pembelajaran yang menggabungkan beberapa metode pencapaian yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang paling efektif dan efisien, misalnya video, CD-rom, film atau internet”. dep