04
Okt

BKN Siapkan Pemetaan Potensi dan Kompetensi ASN di Papua dan Papua Barat

Bogor-Humas BKN, BKN kembali berencana memetakan potensi dan kompetensi jabatan Pengawas di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui program Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K) pada tahun mendatang. Sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan tersebut, Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Assessor SDM Aparatur Rabu hingga Jumat (3 s.d. 5/10/2018) di Mirah Hotel, Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama BKN Supranawa Yusuf menyampaikan bahwa workshop tersebut dilakukan sebagai pembekalan kepada para Assessor SDM Aparatur untuk melaksanakan program P2K tersebut. Supranawa Yusuf menyampaikan bahwa program P2K BKN mendatang akan diprioritaskan pada peningkatan potensi dan kompetensi ASN di Papua dan Papua Barat. Supranawa Yusuf meyakini bahwa dengan pendampingan melalui pendekatan langsung program tersebut dapat meminimalkan perbedaan persepsi dan praktek penilaian kompetensi guna mendukung peningkatan tata kelola pemerintah di wilayah sana.

Supranawa Yusuf menyampaikan bahwa tahap awal kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan pemetaan potensi dan kompetensi individual ASN di sana dan dijadikan database kepegawaian. ” Database tersebut akan digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan pembinaan dan pegawai oleh para PPK instansi di sana,” ujar Supranawa Yusuf. Sehingga, menurutnya akan dapat diperoleh pegawai yang mendusuki jabatan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. “Harapanya mereka dapat menggerakkan pelayanan yang memuaskan bagi para pemangku kepentingan,” paparnya.

Mengupas penyelenggaraan workshop itu sendiri, Supranawa Yusuf menyampaikan bahwa melalui workshop seorang Assessor memperoleh peningkatan kapasitas dan pengembangan diri. “Melalui workshop ini Asesor dapat meningkatkan kapasitasnya, selain keterampilan teknis juga dapat menambah wawasan perihal pengelolaan SDM secara keseluruhan,” ujarnya. Supranawa Yusuf menegaskan bahwa Asesor merupakan salah satu kunci utama yang memengaruhi keefektifan penilaian kompetensi SDM.

Berdasarkan pantauan Tim Humas BKN bahwa workshop diikuti sebanyak 110 peserta. Mereka berasal dari para Asesor di lingkungan BKN Pusat, Kanreg BKN dan instansi lainnya. bal