10
Jul

Diseleksi dengan CAT BKN, 133.069 Peserta SPMB STAN di Indonesia Dijaring Transparan

Jakarta – Humas BKN, Usai terjaring pada proses pendaftaran yang dilakukan BKN melalui portal https://sscndikdin.bkn.go.id, sebanyak 133.069 peserta mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN) dengan sistem seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT BKN) dalam kurun waktu sejak 28 Juni – 8 Juli 2018.

Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen ASN Heri Susilowati menyampaikan bahwa STAN sebagai salah satu dari tiga sekolah kedinasan dengan minat terbanyak dan peserta yang mencapai ratusan ribu, Tim CAT BKN disebar di 30 titik daerah di Indonesia, beberapa di antaranya seperti Medan, Banjarmasin, Tangerang, Makassar, dan Malang. Sistem CAT BKN sendiri sudah memasuki tahun keenam digunakan untuk SPMB PKN STAN.

SPMB di GKN Ambon

Pada tengah pelaksanaan seleksi, Kepala BKN Bima Haria Wibisana juga sempat meninjau penyelenggaraan seleksi secara langsung di Yogyakarta, berlokasi di Gedung Keuangan Negara pada Sabtu, (30/06/2018). Didampingi Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto, Bima menyampaikan sistem seleksi bagi mahasiswa/i atau taruna/taruni sekolah ikatan dinas menggunakan CAT BKN sama dengan pola seleksi penerimaan CPNS secara nasional.

“Kita gunakan sistem yang sama karena Pemerintah melalui sekolah ikatan dinas yang tersebar tidak lagi hanya sekadar mencari mahasiswa calon pegawai yang bekerja secara teknis saja, kita mencari dan menyiapkan calon pemimpin Indonesia di masa depan,” ucap Bima.

Bima sempat ikut mendampingi para orang tua peserta yang sedang menungu di ruang monitoring nilai. (foto: wik)

Sempat ikut mendampingi para orang tua peserta yang sedang menungu di ruang monitoring nilai, Bima juga menegaskan bahwa lolos seleksi CPNS dengan praktik bayar/suap orang dalam dan praktik tipuan lainnya tidak bisa terjadi lagi. CAT BKN lakukan seleksi secara transparan sehingga orang tua peserta juga bisa melihat langsung nilai anak-anaknya dan merasa puas walaupun anaknya gagal dalam ujian karena gagal secara adil, semua nilai bahkan saat tes masih berlangsung dapat dipantau secara real time.

“Diseleksi dengan sistem CAT, tentu kita berharap aparatur pemerintah yang terjaring memiliki kualitas, integritas, dan intelektual yang baik karena generasi ini nantinya yang akan mengisi wajah birokrasi Indonesia 20 tahun ke depan,” tutur Bima kepada para orang tua peserta SPMB PKN STAN 2018. (TimCAT-Humas)