10
Sep

Garap Buletin Kepegawaian, BKN Terapkan Metode Kerja Berbasis Agile

Jakarta – Humas BKN, Tiga alasan utama dipilihnya Jepang menjadi negara tujuan kegiatan benchmarking Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIII pada akhir Agustus 2019 yang lalu karena Jepang menempati urutan Gross Domestic Product (GDP) tertinggi ke-3 di dunia, banyak inovasi yang muncul, dan Pemerintah Jepang berfokus pada aplikasi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari yang disebut Society 5.0. Dikutip laman lan.go.id, Selasa (3/9/2019), Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto, mengatakan bahwa ketiga alasan itu membuktikan bahwa Jepang telah berhasil menerapkan agile bureaucracy secara baik dan hal itu sejalan dengan tema yang diusung dalam PKN Tingkat I Angkatan XLIII, yakni Developing Agile Bureaucracy to Improve National Competitiveness.

Dimintai responsnya tentang agile bureaucracy yang ingin dibangun untuk meningkatkan kompetitif nasional, Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi, Sigit Pramuhardjo berharap ilmu yang didapat dari Pemerintah Jepang bisa disusun sebagai bahan pembelajaran seluruh instansi pemerintah di Indonesia untuk menerapkan agile dalam proses bisnisnya, serta tujuan meningkatnya kompetitif nasional dapat segera tercapai. “Agile itu metode kerja yang berfokus pada pola pikir dan kebiasaan. Yang terpenting dari Agile itu ada 3 hal, yakni mengidentifikasi masalah dan peluang, tindak lanjutnya, dan melakukan keduanya secara singkat,” jelas Sigit, Senin (9/9/2019) di ruang kerjanya.

Sigit menambahkan, khususnya di Badan Kepegawaian Negara, Biro Hubungan Masyarakat (Humas) sudah menerapkan agile sebagai proses bisnis pada pengerjaan produk Buletin Kepegawaian edisi XL yang rencanya terbit pada Oktober 2019 mendatang, “Salah satu kerangka kerja berbasis agile yang digunakan Biro Humas saat ini adalah Scrum. Sangat cocok untuk membantu jenis pekerjaan yang melibatkan kerja tim, waktu yang singkat, dan target produk yang baik,” katanya.

Terakhir, Sigit berharap makin banyak instansi pemerintah yang menerapkan agile sebagai proses bisnis. “Karena hasil benchmark yang dilakukan BKN ke beberapa sektor swasta, khususnya perusahaan rintisan, Scrum dan metode kerja berbasis agile lainnya sudah lama digunakan. Itu yang menjadikan sektor swasta sangat produktif,” pungkasnya. ber