11
Jul

Guna Tingkatkan Pelayanan Kepegawaian di Papua Barat, Kanreg XIV BKN Manokrawi Gelar Rapat Koordinasi Kepegawaian

Medan-Humas BKN, Kantor Regional XIV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manokwari menggelar Rapat Koordinasi Kepegawaian (Rakorpeg) di Wisma Marihat Parapat, Sumatera Utara pada Rabu (10/07/2019). Rakorpeg yang membahas mengenai permasalahan kepegawaian, salah satunya pelayanan kepegawaian dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tersebut, mengundang perwakilan dari seluruh Kabupaten Papua Barat yang menjadi wilayah kerja Kantor Regional XIV BKN Manokwari dan juga beberapa Instansi vertikal.

Kepala Kantor Regional XIV Manokwari Sabar Parlindungan Sormin bersama Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, English Nainggolan (Dok: Kanreg IV Medan)

Kepala Kantor Regional XIV BKN, Sabar Parlindungan Sormin mengungkapkan bahwa di Papua Barat pelayanan kepegawaian masih terkendala dengan sarana dan prasarana yang kurang mumpuni. “Untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan pelayanan kepegawaian tersebut teknologi informasi menjadi solusi, agar segala permasalahan kepegawaian tidak terhambat jarak dan waktu,” imbuhnya. Penggunaan teknologi seperti Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) dan Computer Assisted Test (CAT) merupakan inovasi dalam mendukung pelaksanaan seleksi CPNS yang akuntabel dan transparan. Sormin melanjutkan, selain membahas mengenai permasalahan pelayanan kepegawaian, rakorpeg ini juga akan membahas mengenai implementasi Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi PNS serta peningkatan Disiplin PNS di wilayah kerja se-Papua Barat.

Kepala Kantor Regional XIV Manokwari Sabar Parlindungan Sormin bersama Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, English Nainggolan (Dok: Kanreg IV Medan)

Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, English Nainggolan mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Rakorpeg di Danau Toba sebagai bentuk nyata pengenalan sosial budaya dan mewujudkan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai perekat dan pemersatu Bangsa. Dalam kesempatan tersebut English menambahkan, stigma masyarakat terhadap putra/i Papua Barat dengan image terbelakang harus diubah, hal tersebut dibuktikan melalui seleksi CPNS. “Putra/i Papua Barat mampu mengikuti Seleksi CPNS berbasis CAT sama seperti masyarakat Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

Saat ini, penyelenggaraan Seleksi CPNS masih menjadi isu hangat di semua kalangan. Namun dalam pelaksanaanya, beberapa daerah masih mengalami kendala seperti terjadinya bencana alam serta keterbatasan sarana dan prasarana. Melalui Rakorpeg ini, diharapkan para perwakilan daerah dapat menjalin kesepahaman dalam menyikapi permasalahan-permasalahan tersebut. Iin/Kaw