06
Agst

Indonesia Inisiasi Terwujudnya Expert Pool yang Memuat Data Kompetensi JPT Birokrasi se-ASEAN

20479463_1042394142558881_5571127296464700339_n

Bogor-Humas BKN, Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai institusi pemerintah dalam pengelolaan manajemen ASN Indonesia, dalam Workshop on Talent Management for Senior Executive Service, menginisiasi terwujudnya Expert Pool yang memuat data keahlian para pejabat tinggi di instansi pemerintah. Expert Pool JPT birokrasi se-ASEAN akan menjadi referensi saat publik memerlukan informasi ahli/expert yang bekerja di lingkup birokrasi se-ASEAN untuk mengisi berbagai kebutuhan misalnya sebagai trainner pada pengembangan skill/kompetensi tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Pengembangan ASN dari BKN, Achmad Jalis yang dalam workshop bertindak selaku Ketua Delegasi Indonesia, Kamis (4/8/2017) di Balaikota Bogor. Workshop tersebut merupakan bagian dari ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (ACCSM) Plus Three Workplan Tahun 2016-2020.

Workshop dihadiri oleh 8 dari 10 anggota ACCSM yang juga anggota ASEAN, yakni Indonesia, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam dan Brunai Darussalam tidak hadir dalam workshop tersebut.

20476283_1042392962558999_99895517457407047_n

“Workshop talent management kali ini diarahkan pada posisi JPT birokrasi karena JPT merupakan posisi strategis yang memiliki kewenangan yang memungkinkan para pejabat pengisi posisi tersebut mendorong akselerasi kinerja birokrasi,” jelas Jalis saat konferensi pers di hadapan awak media lokal dan nasional.

Jalis melanjutkan dalam workshop para peserta berbagi pengalaman mengelola talent di dalam birokrasi. “Dari narasumber yang berasal dari Pemerintah Korea misalnya kami mendapatkan pelajaran penting betapa mereka begitu agresif memburu generasi-generasi terbaik untuk masuk ke lingkup birokrasi. Mereka berperspektif bahwa mencari kandidat terbaik perlu dilakukan agar birokrasi ke depan digerakkan oleh SDM yang dapat memberikan layanan dan kebijakan terbaik sehingga dapat mengakselerasi capaian target pembangunan negara”.

Sementara dari delegasi Singapura, sambung Jalis, para peserta workshop mendapatkan pelajaran bahwa Pemerintah Singapura membidik kader-kader terbaik negara tersebut sejak mereka masih duduk di level sekolah.”Mereka datang ke kampus-kampus menyampaikan daya tarik bekerja di birokrasi bahkan mereka memburu generasi terbaik di level sekolah menengah untuk mereka tawarkan masuk ke dalam birokrasi.”

Singapura dan Korea, sambung Jalis, juga terus memperkecil ketimpangan penghasilan pegawai birokrasi dan pegawai swasta sehingga bekerja di birokrasi mampu menjadi daya tarik bagi para generasi muda terbaik di negara-negara tersebut.dep