13
Apr

Kepala BKN: Menghubungkan Gap Antargenerasi Merupakan Tantangan Manajemen PNS

Ciawi-Humas BKN, Adanya gap antargenerasi di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam manajemen PNS. “Permasalahannya adalah how to build a bridge?”. Hal tersebut disampaikan Kepala BKN Bima Haria Wibisana di hadapan 120 orang peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III dari BKN, Badan Informasi Geospasial dan Badan Ekonomi Kreatif, Jumat (13/4/2018) di Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara BKN-Ciawi, Bogor.

Kepala BKN menuturkan adanya gap antargenerasi di lingkungan PNS terjadi pada para PNS Generasi Tradisional yang lahir sebelum tahun 1946, Baby Boomers yang lahir antara tahun 1946-1964, Gen X yang lahir antara tahun 1965-1980 dan generasi Millenials yang lahir antara tahun 1980-1995. (foto: end)

Kepala BKN menuturkan adanya gap antargenerasi di lingkungan PNS terjadi pada para PNS Generasi Tradisional yang lahir sebelum tahun 1946, Baby Boomers yang lahir antara tahun 1946-1964, Gen X yang lahir antara tahun 1965-1980 dan generasi Millenials yang lahir antara tahun 1980-1995. Bagaimana menjembatani gap antargenerasi yang berbeda ini, menurut Kepala BKN merupakan tantangan tersendiri dalam manajemen PNS saat ini.

Perwakilan generasi Millenials bertanya kepada Kepala BKN. (foto: end)

Kepala BKN mengarahkan, dalam rangka menjembatani gap antargenerasi di lingkungan PNS tersebut hendaknya melihat persepektif dari dua sisi. “Para PNS dari generasi pendahulu disarankan untuk ‘deal with millenials’, karena lebih mudah melihat dari atas ke bawah dalam arti akan lebih mudah jika generasi pendahulu memahami yang lebih muda. “Manajemen PNS semestinya menyesuaikan dengan pola generasi milenial seperti menerapkan work-life balance, trainning dan pengembangan, tantangan kerja serta coaching,” terang Kepala BKN.

Sementara bagi generasi yang lebih muda untuk ‘deal with olders’, hal itu juga tidak sulit, “Dalam arti dapat dilakukan dengan menjaga etika dan rasa hormat kepada yang lebih tua,” pungkas Kepala BKN. bal/don