28
Mar

Menteri Pariwisata: 2016, Target Kunjungan 12 Juta Wisatawan Mancanegara dan 260 Juta Wisatawan Nusantara

P_20160323_121252

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menjadi narasumber pada kegiatan Forum Tematik Bakohumas di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (23/3). (foto:afri)

Jakarta-Humas BKN, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan salah satu arahan Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet pada awal tahun 2016 adalah memastikan kemajuan pada sepuluh destinasi prioritas wisata nasional. Destinasi yang dimaksud yakni: Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang. Terkait hal tersebut, akselerasi sektor pariwisata harus dilakukan mengingat pada tahun 2019 Kementerian Pariwisata menargetkan Indonesia dikunjungi oleh 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) atau sejumlah dua kali lipat angka wisman pada tahun 2015. Hal tersebut disampaikan Arief saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Forum Tematik Bakohumas di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (23/3).

Selanjutnya Arief menjelaskan, pada bulan Januari 2016 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 814,3 ribu atau tumbuh 3,6% dibandingkan Januari 2015. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan pada Januari 2016 sebesar 700 ribu wisman. Selanjutnya diproyeksikan pada bulan Februari dan Maret akan meningkat karena adanya sejumlah even besar antara lain liburan Hari Raya Imlek, gencarnya kegiatan Wonderful Indonesia Festival (WIF) di wilayah perbatasan NKRI untuk menjaring wisatawan cross border serta peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT)  pada tanggal 9 Maret yang menarik perhatian wisman dari seluruh dunia.

IMG-20160325-WA0012

Forum Tematik Bakohumas di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu (23/3). (foto:afri)

Tahun 2016, kementerian pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisman sebesar 12 juta dengan devisa yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp. 172 triliun; jumlah wisatawan nusantara (winus) sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp. 223,6 triliun; kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional akan meningkat menjadi 5%; dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.

Upaya yang dilakukan dalam mencapai target tersebut, pemerintah melakukan terobosan regulasi dengan memperbanyak pemberian Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang saat ini mencapai 90 negara (Perpres Nomor 104 Tahun 2015). Direncanakan tahun ini akan ditambah menjadi 174 negara. Melalui kebijakan ini diproyeksikan jumlah wisatawan yang datang akan meningkat 1 (satu) juta wisman dengan devisa sebesar US$ 1 milyar. Terobosan lain yang juga digulirkan kementerian pariwisata yakni deregulasi pariwisata dengan menghapus Clearance Approval for Indonesia Teritory (CAIT/Perpres Nomor 105 Tahun 2015) akan meningkatkan jumlah kunjungan perahu pesiar (yacht) ke Indonesia dan men-deregulasi terhadap asas cabotage untuk cruise atau kapal pesiar asing, dengan membolehkan penumpang naik-turun di 5 (lima) pelabuhan di Indonesia yaitu: Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Benoa (Bali), dan Soekarno-Hatta (Makassar).

Pada kesempatan yang sama, Arief Yahya mengharapkan peran aktif forum Bakohumas untuk menginformasikan program pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata yang ditetapkan sebagai leading sector sebagai penghasil devisa utama negara serta membuka lapangan kerja yang luas. (afr)