28
Mar

Menyongsong Era 5.0, PR Pemerintah Dituntut Respons Cepat Melihat Peluang dan Tantangan

Bandung-Humas BKN, “Belum selesai kita disuguhi era 4.0 yang mengharuskan selalu berkembang mengikuti teknologi, Public Relations (PR) baik sektor pemerintah maupun swasta harus siap menghadapi tantangan dan peluang dalam era 5.0,” ucap Heni selaku Moderator dalam pembukaan acara Conference Session: The Role of Public Relations in 5.0 Era, yang berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai dari 26 hingga 28 Maret 2019, di Bandung.

(Foto: mia)

Acara yang mengusung tema kekinian itu menghadirkan berbagai narasumber, yaitu pendiri The London School of Public Relations Prita Kemal Gani, CEO Blanja.com Jemy Confindo, Marketing Director Blue Bird Amalia Nasution dan Roysepta Abimanyu perwakilan dari Kantor Staff Presiden. Prita mengungkapkan bahwa the role of PR adalah mengetahui performance dan reputasi dalam organisasi kita sendiri. “Tantangan PR dalam era 5.0 ini kita harus punya global thingking, high technology, kemampuan riset, etika dan profesional serta strategi dalam stakeholder,” ujar Prita.

Jemmy dan Amalia selaku narasumber dalam bidang swasta memberikan jurus jitu ketika suatu perusahaan atau organisasi berada dalam suatu krisis, yaitu selalu mau untuk berubah mengikuti zaman, membuat strategi yang tidak hanya mengikuti zaman, tapi juga menciptakan reputasi yang unik dan kreatif. “Ketika kami menghadapi krisis, PR kami terus membuat inovasi bagaimana cara kami tetap dapat maju dan tidak tergerus, salah satunya memanfaatkan digital teknologi,” ujar Amalia.
Jemmy pun dalam acara ini selalu menekankan society 5.0 akan mendekati kehidupan kita dengan segala kemudahan teknologi, “era milenial ini memaksa kaum yang tidak produktif untuk dapat mengejar kaum yang produktif dalam segala aspek”, tambah Jemmy. Hal senada juga disampaikan Roysepta Abimanyu dari Kantor Staf Presiden (KSP) yang menyatakan setuju bahwa dalam era 5.0 ini kompetensi saat ini menggunakan alogaritma dan kecerdasan teknologi. “Mudahnya mendapatkan sumber data dan informasi hanya dengan satu jari saja, ” kata Roy.

(Foto: mia)

Dyah Wulan R.K dan Mia Kurniati mewakili Humas Badan Kepegawaian Negara selaku peserta acara The Role of Public Relations 5.0 Era pun mengungkapkan dampak era 5.0 nantinya akan terasa bahwa teknologi itu adalah sahabat terdekat dalam membantu kehidupan kita di mana no time limit to access. “Harapannya semoga orang-orang yang sama sekali tidak melek teknologi harus dipaksa dan mau untuk berubah, bukan hanya mengandalkan orang lain untuk paham teknologi,” ujar Dyah. Sementara Mia berpendapat bahwa fungsi kehumasan instansi tidak hanya berperan melakukan tugas PR saja, tetapi juga sebagai “Early Warning System” dalam mengingatkan ke dalam organisasi agar bersama-sama mempersiapkan peluang dan tantangan di Era 5.0. (dey/mia)