29
Mar

Momen Paling Berkesan saat Seleksi CPNS Tahun 2018, Anneke: Ibu Saya Terharu Melihat Prosesnya

dok: pribadi

Jakarta – Humas BKN, Tingginya jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Tahun 2018 lalu membuktikan jika profesi PNS masih menjadi magnet tersendiri untuk masyarakat di Indonesia, termasuk bagi Anneke Putri. Kepada Humas Badan Kepegawaian, perempuan yang sebelumnya bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta tersebut, berbagi pengalamannya mengikuti seleksi CPNS Tahun 2018. Berikut hasil wawancara Humas BKN dengan Anneke Putri, Jumat (29/3/2019).

Berikut petikan wawancaranya:

Hai Anneke, sebelumnya selamat, ya, sudah mampu mengikuti seleksi CPNS dengan baik, dan berhasil lolos menjadi CPNS. Bagaimana perasaannya berhasil menjadi CPNS?

Jujur, saya tidak pernah menyangka kalau saya bisa lolos jadi CPNS. Apalagi melihat rasio jumlah formasi dengan jumlah pelamar.

Cerita dong, awalnya bagaimana kok bisa ikut mendaftar pada seleksi CPNS Tahun 2018?

Awalnya saya tidak berminat untuk ikut seleksi CPNS. Namun, setelah membaca dengan seksama persyaratan yang diminta, dan merasa mampu menyiapkan semua persyaratanya, timbulah keinginan untuk ikut. Jadi, lebih tepatnya saya hanya iseng-iseng berhadiah, kalau lolos Alhamdulillah, kalau pun gagal, ya, sudah, setidaknya saya sudah mencoba dan menambah pengalaman. Saya tidak berani berharap tinggi-tinggi, takut kecewa berlebihan.

Sebelumnya pernah punya pengalaman ikut seleksi CPNS?

Pernah, namun waktu itu semua masih manual. Belum menggunakan sistem CAT.

Berarti pengalaman yang dirasakan saat seleksi CPNS Tahun 2018 dengan yang sebelumnya berbeda, ya? Boleh diceritakan momen yang paling berkesan saat seleksi CPNS Tahun 2018?

Iya, berbeda sekali. Momen yang paling berkesan saya ingat adalah waktu melihat Ibu saya terharu menyaksikan rangkaian proses seleksi CPNS. Ibu bilang jika prosesnya sangat transparan, karena dengan sistem CAT, semua bisa dengan mudah melihat skor ujian secara langsung.

Berarti Ibu mendukung sekali ya untuk Anneke menjadi CPNS?

Iya, namun setiap Ibu bilang saya agar mendaftar menjadi CPNS, saya selalu bilang kalo saya ingin menjadi CPNS dengan usaha sendiri. Karena yang saya tahu, untuk bisa jadi CPNS itu sulit. Kenapa saya mengatakan itu sulit ? karena dulu yang saya tahu, untuk bisa jadi CPNS itu harus titip sana titip sini, kenal pejabat ini dan itu. Ternyata, kini semua sudah berubah dan saya sangat bersyukur.

Momen lain yang ingin dibagi saat seleksi CPNS kemarin?

Selama mengikuti proses seleksi CPNS kemarin, saya hampir tidak menemukan kesulitan yang berarti, kecuali hampir setengah jam antri toilet di lokasi ujian, dan jadwal ujian yang mundur. Harusnya jadwal sore, baru mulai malam. Walaupun demikian saya memaklumi dengan keterbatasan fasilitas yang ada. Saya yakin pihak BKN, BKPP dan pihak lain yang terlibat pasti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi semua peserta ujian. Jika kami peserta saja terasa begitu lelah, apalagi panitia yang bertugas. Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk semua pihak-pihak yang terlibat selama proses seleksi CPNS ini berlangsung.

Ada kiat khusus yang dipersiapkan atau dilakukan selama mengikuti proses seleksi CPNS kemarin?

Belajar, berdoa, dan istirahat yang cukup. Namun, jujur saya kurang istirahat saat seleksi kompetensi bidang. Saat itu saya ingat hanya tidur 2 jam, karena habis kebagian jadwal shift malam, haha…

Setelah sudah menerima Surat Keputusan (SK) menjadi CPNS, apa rencana jangka pendek yang ingin dilakukan di instansi kamu?

Saya ingin segera beradaptasi dengan lingkungan kerja saya yang baru. Saya sudah tidak sabar ingin segera melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, karena saya adalah Bidan. Mohon doanya.

Dibanding pelamar yang berhasil lolos, pelamar yang belum berhasil lolos jumlahnya lebih banyak. Pesan apa yang ingin disampaikan untuk pelamar yang belum berhasil lolos menjadi CPNS?

Untuk teman-teman yang belum beruntung di seleksi kali ini, baik untuk yang P1/TL ataupun P2/TL, jangan patah semangat, jangan pantang menyerah, kecewa pasti tapi jangan berlama-lama dalam kekecewaan, mulailah berdamai dengan diri sendiri. Karena sedari awal diri kita sendiri yang memilih medan perang yang kita inginkan.
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, jadikan pengalaman kemarin sebagai pelajaran dan pengalaman agar ke depannya bisa lebih mempersiapkan diri lagi. Jangan pernah berhenti berusaha dan mencoba, ya.

Terakhir, ada yang ingin disampaikan gambaran seputar seleksi CPNS kemarin?

Ketika tahu bahwa saya lolos, rasanya campur aduk, ada senang, ada sedih, ada takut, ada waswas. Bahkan ketika pengumuman resmi sudah keluar, rasa takut saya belum sepenuhnya hilang. Saya masih takut bagaimana nanti kalau berkas saya tidak lolos verifikasi dan validasi (verval) oleh tim BKN. Ketakutan saya baru berkurang ketika proses verval Kota Tengerang Selatan (Tangsel) dinyatakan telah 100% oleh BKN. Fyuhhh…
Jadi kalau ada yang ragu dengan kelulusan saya atau proses seleksi CPNS kali ini, ada yang bertanya diminta uang atau tidak, itu (rasanya) menyedihkan sekali. Karena tidak ada yang meminta uang sepeser pun kepada saya. Proses seleksi ini benar-benar transparan. Karena ketika saya dan peserta lainnya mulai ujian, keluarga atau kerabat kami di luar bisa melihat perolehan nilai kami di layar monitor yang disediakan panitia, dan panitia pun akan menempelkan hasilnya di papan pengumuman, berdasarkan formasi yang sedang melaksanakan ujian. Hasil yang kami lihat di lokasi ujian pun sama dengan hasil yang diumumkan secara resmi oleh BKN. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih banyak untuk tim BKN, BKPP Kota Tangsel dan semua pihak-pihak yang terlibat, terima kasih sudah membuat proses seleksi CPNS ini begitu transparan. ber