05
Apr

P2K BKN 2019 Berakhir, Ini Potret Potensi dan Kompetensi Pejabat Pengawas di Papua dan Papua Barat

Jakarta – Humas BKN, Dari hasil penyerahan penilaian potensi dan kompetensi 980 Pejabat Pengawas di Papua dan Papua Barat yang baru diserahkan pada 29 Maret dan 04 April 2019 sebagai rangkaian dari program Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K BKN) Tahun 2019, Kepala Bidang Perencanaan dan Penyelenggaran Penilaian Kompetensi, Ketut Buana mengatakan hasil psikotes berbasis Computer Assisted Test (CAT) menunjukkan bahwa dari tujuh jenis rumpun jabatan, service bureau (jenis jabatan yang menyediakan dukungan administratif) mendominasi minat Pejabat Pengawas di Papua dan Papua Barat. Sementara jabatan yang berkaitan dengan creative economics (bidang yang berkaitan dengan pengembangan sektor tertentu untuk memacu pertumbuhan ekonomi) menjadi minat paling sedikit.

Sementara dari aspek penilaian potensi, Buana menjelaskan bahwa ketrampilan interpersonal menjadi potens tertinggi yang dimiliki pejabat pengawas untuk wilayah Papua, sedangkan kapabilitas berpikir yaitu logika berpikir menjadi nilai terendah. Selanjutnya untuk penilaian kompetensi digunakan standar kompetensi manajerial dan sosio kultural sesuai Peraturan MenPANRB Nomor 38 Tahun 2017. Secara mendetal, penilaian kompetensi dilakukan dengan tiga simulasi, yaitu In Basket, Preferensi Kompetensi dan Wawancara Konfirmasi. Dari hasil penilaian kompetensi itu diperoleh informasi bahwa kompetensi tertinggi untuk Pejabat Pengawas di Wilayah Papua dan Papua Barat adalah kompetensi perekat bangsa yang secara rata-rata sudah melampui standar kompetensi Pejabat Pengawas. Sementara kompetensi terendah terletak pada pengembangan diri dan kompetensi mengelola perubahan.

Setelah memaparkan hasil penilaian dari ketiga aspek tersebut, Buana menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pengembangan diri dan kompetensi orientasi pada hasil menjadi area yang paling membutuhkan pengembangan. Ia merekomendasikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pada kedua area tersebut. “Peningkatan kompetensi Pengembangan diri dan orang lain dapat dilakukan dengan coaching and mentoring melalui penugasan dan evaluasi kinerja bawahan untuk mengenali kekuatan dan ketrampilan, sehingga diperoleh pemberian umpan balik berdasarkan hasil evalusi. Untuk peningkatan kompetensi orientasi pada hasil dapat dilakukan dengan pelatihan Achievement Motivation at works dan penugasan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan kerja di bidangnya, menyusun dan mengimplementasikan inisiatif perbaikan” ungkapnya saat Penyerahan Penilaian Potensi dan Kompetensi untuk wilayah Papua pada Kamis, (04/04/2019) di Kantor Regional IX BKN Jayapura.

Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Walujo Sejati yang hadir dalam kegiatan penyerahan mengapresiasi kegiatan P2K BKN 2019. Ia berpendapat kegiatan ini memudahkan pihaknya dalam mendapatkan gambaran profile potensi dan kompetensi pejabat pengawas di wilayahnya. “Kegitan ini sangat bermanfaat dan penting, terlebih jika diikuti dengan kegiatan tindak lanjut seperti FGD Bupati/Walikota sebagai PPK untuk memformulasikan upaya-upaya tindak lanjut pengingkatan kompentensi ASGN di wilayah masing-masing dengan merujuk pada hasil pemetaan ini,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan P2K BKN Tahun 2019 meliputi tes penilaian potensi dan kompetensi Pejabat Pengawas di wilayah Papua dan Papua Barat yang dilaksanakan di dua provinsi, dua kota dan tiga belas Kabupaten, dan total diperoleh data 975 profile potensi dan kompetensi rata-rata. Selain mendapatkan laporan profile potensi dan kompetensi rekap dan individual, sebagai bentuk apresiasi Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Puspenkom BKN) juga memberikan piagam penghargaan kepada peserta yang mengikuti seluruh rangkaian tes penilaian potensi dan kompetensi melalui P2K BKN 2019. (des/boent)