16
Jul

Pemanfaatan Keamanan Siber dalam Strategi Komunikasi Humas dapat Menjamin Pertahanan Negara yang Kokoh

Jakarta-Humas BKN, “Warga negara memiliki kebebasan untuk mengakses informasi, namun bukan berarti bahwa kebebasan tersebut tanpa batas karena terdapat beberapa informasi yang dikecualikan karena harus diamankan untuk menjaga stabilitas negara,” ucap Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemkominfo Henri Subiakto saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan 2019, Selasa (16/07/19). Acara yang diselenggarakan oleh Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan ini dihadiri oleh Praktisi Humas berbagai kementerian dan lembaga.

Tema yang diangkat dalam acara ini adalah Peran Keamanan Siber pada Strategi Komunikasi Humas dalam Rangka Pertahanan Negara. “Pemilihan tema ini saya nilai relevan karena akan memberikan pemahaman dan wawasan serta antisipasi sejak dini di era cyber┬áini kepada peserta tentang pentingnya keamanan siber, karena pemanfaatan keamanan siber dalam strategi komunikasi humas dapat menjamin pertahanan negara yang kokoh serta sebagai pijakan dalam mengklasifikasikan informasi” ucap Henri.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Kominfo Henri Subiakto sedang menyampaikan sambutan pembukaan Bakohumas Kemenhan.

Pemilihan tema sendiri dilatarbelakangi oleh berkembangnya paradigma bahwa tolok ukur kekuatan negara saat ini bukan hanya dari kekuatan militer dan ekonominya, namun juga penguasaan terhadap teknologi dan informasi siber. Sebagaimana disampaikan oleh Rudy AG Gultom Kolonel Indonesia Air Force (IAF) yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut, “Siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia, dengan catatan harus bijak dalam pemanfaatannya. Sehingga pemanfaatan siber juga harus dibekali dengan brainware┬áyang mumpuni.”

Kol Sus Dr Ir Rudy AG Gultom, M.Sc saat menyampaikan paparan tentang Melindungi Sistem Informasi Kritis TNI/Kemhan dari Ancaman Serangan Siber Menggunakan Konsep Sixware Cyber Security Framework (SWCSF)

Senada dengan pernyataan Rudy, Bondan Widiawan selaku Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensi Digital menekankan pada literasi media. Menurutnya, “Banyak kejahatan siber yang disebabkan oleh rendahnya literasi, terutama karena rendahnya minat baca. Ini yang harus kita perhatikan karena keamanan siber adalah tanggung jawab kita bersama.”

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang keamanan siber terutama oleh Humas Pemerintah yang nantinya akan bermuara pada pertahanan negara. Salah satu peserta forum, Tasya, Pranata Humas BKN mengungkapkan pendapatnya terkait peran humas dalam menciptakan keamanan siber. “Humas instansi Pemerintah sebaiknya mampu memahami keamanan siber untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan siber khususnya terhadap kanal informasi milik Pemerintah” ucapnya. suf/tas