05
Des

“Penilaian Kompetensi PNS Bukan Untuk Mencari-cari Kesalahan PNS”

Bengkulu-Humas BKN, Penilaian potensi dan kompetensi terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan untuk memotret kapasitas pegawai untuk kemudian menjadi salah satu dasar penyusunan program pengembangan PNS.

(foto: mia)

“Melalui metode Assessment Center (AC) BKN bermaksud membangun database profil PNS yang berisi informasi potensi dan kompetensi PNS dan bukan untuk mencari-cari kesalahan pegawai”. Pernyataan itu disampaikan Kepala BKN saat mengisi Program Dialog TVRI dengan tema “Peran UPT BKN Dalam Pengembangan ASN di Bengkulu”, selepas meresmikan Unit Pelayanan Teknis (UPT) BKN di Provinsi Bengkulu, Selasa (5/12/2017).

Bima melanjutkan hasil penilaian Assessment Center akan menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan PNS ke depan. Jika memang ada gap antara kompetensi dengan jabatan yang diemban, maka akan disusun program antara lain berupa pelatihan atau yang lainnya untuk menutup kesenjangan kompetensi yang ada. “Jadi penilaian dengan metode Assessment Center sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan PNS agar dapat dimutasi dari sebuah jabatan atau dari sebuah wilayah kerja”.

Kepala BKN menjelaskan, di lapangan sempat ditemui adanya sejumlah PNS yang enggan mengikuti kegiatan penilaian potensi dan kompetensi karena khawatir sistem akan menemukan kesalahan mereka untuk kemudian dipindahkan dari jabatan. Padahal jika pun kemudian mutasi dilakukan, jelas Bima, hal itu semata-mata untuk memberikan penugasan yang memang sesuai dengan profil kompetensi yang dimiliki PNS yang bersangkutan.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Kepala BKN Bima Haria Wibisana didampingi Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meresmikan UPT BKN Bengkulu yang terletak di Jalan WR Supratman Pematang Gubernur Bengkulu.

Dalam sambutan saat meresmikan UPT, Kepala BKN menjelaskan salah satu tujuan pendirian UPT adalah untuk mendekatkan layanan kepegawaian bagi para PNS di wilayah Provinsi Bengkulu.

UPT BKN Bengkulu merupakan UPT kelima yang diresmikan oleh Kepala BKN pada tahun ini setelah UPT Pontianak, Sorong, Palu dan Ambon. Tahun sebelumnya BKN sudah meresmikan tujuh UPT (Jambi, Semarang, Serang, Gorontalo, Padang, Mataram dan Kendari).

UPT BKN merupakan salah satu bentuk pengembangan layanan BKN dalam memfasilitasi pelaksanaan seleksi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga proses penilaian kompetensi ASN di Provinsi Bengkulu. Berdirinya UPT BKN ini diharapkan dapat lebih mendekatkan pelayanan kepegawaian kepada masyarakat dan kepada para ASN khususnya. dep