24
Apr

Peringati Hari Kartini BKN Ke-140, Dharma Wanita Persatuan BKN Mengusung pentingnya Peran Wanita dalam Era 4.0.

Foto: Mia_Humas

Jakarta-Humas BKN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kepegawaian Negara (BKN) ikut serta memeriahkan peringatan hari Kartini dengan mengadakan kegiatan rutin dua bulanan dengan tema “Peran Wanita di Era Revolusi Industri 4.0 Memperingati hari Kartini ke 140”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan masing-masing unit kerja yang ada di BKN pada Rabu (24/04/2019) bertempat di Aula BKN Pusat.

Acara dihadiri oleh Penasihat DWP BKN, Bima Haria Wibisana beserta Ketua DWP BKN, Sriyanti Bima Haria Wibisana dan jajaran yang ada di DWP. Dalam acara tersebut, Sriyanti mengingatkan bahwa sebagai istri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) selain tetap mendukung karier dan tugas suami, tetapi harus siap menyongsong perubahan zaman khususnya era 4.0.

Foto: Mia_Humas

Bima pun selaku penasihat DWP menyampaikan bahwa dalam revolusi industri 4.0 Kartini masa kini harus memiliki keberanian dalam melihat perbedaan yang terjadi di Dunia, sehingga memiliki kemampuan sensitifitas perbandingan. Bima menambahkan, jika wanita ingin berkiprah pada era revolusi industri 4.0 setidaknya dapat memberikan ruang dan mampu mengendalikan anak-anaknya dalam memahami teknologi, agar generasi selanjutnya memiliki daya saing. “Dunia sudah berubah dan wanita juga harus mengikuti perubahan, namun bukan untuk melawan laki-laki tapi lebih terhadap menelurkan ide-de dan memerangi kekolotan,”tuturnya.

Nunik Haryomo Dwi Putranto yang menjadi narasumber dalam acara ini menjelaskan bahwa sebagai seorang ibu, wanita harus bisa mengajarkan bidang komprehensif pada anak-anak agar siap menghadapi dunia usaha. Saat ini, anak perlu dibekali kecakapan abad 21 yang terdiri dari tiga komponen besar yaitu kualitas karakter, kompetensi dan literasi datar. Nunik juga menyampaikan bahwa wanita harus mamahami kemajuan internet sehingga dapat mengendalikan perilaku anak yang memiliki daya visual tinggi dengan daya analitis yang rendah. “Harus terbiasa dan positive thinking dengan perubahan, jika tidak mengikuti perubahan bisa tertinggal,”tambahnya.
Untuk lebih memeriahkan acara tersebut, anggota DWP menggelar lomba busana nusantara sebagai bukti wanita pada jaman sekarang walaupun di tuntut untuk melek teknologi tetap menghargai budaya bangsanya. Terakhir, pembicara materi Hidroponik sebagai alternatif pemenuhan pangan di era revolusi industri 4.0 oleh seorang wirausahawan di Indonesia, Toni Iskandar mengajak para ibu-ibu anggota DWP untuk selalu kreatif memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarga salah satunya dengan membudidayakan tanaman hidroponik. dey/kaw