10
Sep

Sharing Bersama Yudi Latif Soal Peran ASN Sebagai Fundamental Bangsa

“ASN itu menjadi profesi yg mulia ketika ia bekerja dgn orientasi melayani, bukan sekadar gaji. ASN yg berjalan di rel mulia tsb memperlihatkan perannya melampaui dari dirinya sendiri.” Yudi Latif

Jakarta – Humas BKN, Berbicara tentang posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam keberlangsungan sebuah bangsa, Yudi Latif menyebutkan bahwa ASN merupakan elemen yang fundamental karena setiap harinya pemerintahan dijalankan oleh birokrat. Berjalan baik atau tidaknya roda pemerintahan ditentukan melalui tegak lurusnya peran ASN dengan tujuan negara. Pemikiran itu disampaikannya melalui forum Sharing Session bertajuk “Kolaborasi Mengelola ASN” yang diselenggarakan Kedeputian BKN Bidang Pengawasan dan Pengendalian yang berlangsung Selasa, (10/9/2019) di Kantor Pusat BKN Jakarta.

Pada kesempatan itu Yudi Latif juga menekankan tentang relavansi antara ideologi bangsa pancasila dengan peran ASN. Menurutnya ada empat poin utama peran ASN yang berkaitan dengan pelaksanaan pancasila sehingga dapat memperoleh kepercayaan publik, yakni 1) peran dalam melindungi segenap bangsa misalnya dengan memberikan pelayanan publik yang setara tanpa membedakan latar belakang apapun; 2) peran memajukan kesejahteraan umum melalui tugas ASN di masing-masing sektor; 3) turut mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya sekadar menjadi aparatur tetapi berperan sebagai edukator; dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Dalam forum diskusi yang dihadiri jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi BKN dan turut dihadiri Sekretaris KemenPANRB dan Ketua KASN tersebut, Yudi memaparkan sejumlah konsep kebangsaan khususnya dari aspek implementasi ideologi Pancasila melalui peran dan tugas ASN. Keempat indikator tersebut yang menurutnya menjadi poin penting dalam modal sosial yang harus dimiliki aparatur negara, selain modal kualitas SDM dan modal tata kelola pemerintahan.

Pada bagian akhir pemaparannya, Yudi menekankan tentang orientasi kerja perangkat birokrasi yang menurutnya bukan lagi berada pada tataran jumlah penghasilan. “ASN itu menjadi profesi yang mulia ketika ia bekerja dengan orientasi melayani, bukan sekadar soal gaji. ASN yang berjalan pada koridor melayani tersebut secara tidak langsung memperlihatkan bahwa perannya melampaui dari dirinya sendiri,” terang Yudi yang pernah menjadi Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila 2017 – 2018.

Menanggapi adanya ruang diskusi seperti sharing session ini, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyebutkan wadah ini sebagai bagian dari knowledge sharing. Sejalan dengan yang diungkapkan Yudi Latif, Kepala BKN juga menekankan tentang tujuan keberlangsungan manajemen ASN sudah seharusnya sejalan dengan tujuan bernegara. Untuk pembahasan lebih rinci mengenai peran ASN ini akan dikupas melalui Rapat Koordinasi Kepegawaian (Rakornaspeg 2019) yang akan berlangsung pada September ini. des