12
Sep

Siapkan Analis Kepegawaian Unggul, IPAKRI Gelar Workshop dan Bimbingan Teknis E-Dupak

Dok. Don

Jakarta- Humas BKN, Mengusung tema Kesiapan Sumber Daya Manusia Unggul Bagi Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kepegawaian, Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional (Pusbin JFK) Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar bengkel dan ahli teknis (bimtek) E-Dupak (Daftar Usul Penetapan Angka Kredit) dan sedang menyusun karya tulis ilmiah memegang Fungsional Analis Kepegawaian di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM. Acara yang mempertemukan Analis Kepegawaian se-Indonesia ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 12-13 September 2019.

Lokakarya ini diadakan untuk meningkatkan kompetensi untuk mendukung SDM unggul Indonesia maju; meningkatkan atmosfir JF yang bersatu padu dengan semangat One ASN, One Analis Kepegawaian; dan sebagai media fasilitas diskusi dan komunikasi serta penyebarluasan informasi hasil kegiatan. Hal tersebut disampaikan oleh Leni Rohida selaku ketua panitia pada saat pembukaan acara.

Kegiatan ini dihadiri oleh 200 orang analis kepegawaian yang berasal dari kabupaten, kota dan provinsi serta pemerintah pusat dan lembaga perguruan tinggi. Kepala Pusbin JFK, Akademisi Unpad, Tim E-Dupak dan Ketua Ikatan Profesi Analis Kepegawaian Republik Indonesia (IPAKRI).

Menjadi salah satu narasumber acara ini, Kepala Pusat Pusbin JFK Herman mengatakan, di balik kinerja pegawai pasti ada kompetensi dan pengalaman. “Kompetensi yang diberikan oleh seorang Analis Kepegawaian diminta tidak hanya di bidang teknis saja, tetapi juga di bidang manajerial dan sosikultural,” tegasnya. Herman menambahkan pengembangan JFK pada pengembangan karier.

Sekretaris Utama BKN (Sestama) Supranawa Yusuf dalam sambutannya menyatakan, sebagai pejabat pembina JFK, BKN memiliki 18 item tugas yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah menentukan Arah kebijakan JFK yang mendukung dua hal yaitu pemegang jabatan fungsional kepegawaian dan target realisasi pekerjaan. “IPAKRI harus bisa meminta seluruh inspirasi dari semua anggota dan mengonsultasikan penyeleseaian masalah yang ada pada BKN sebagai agen pembina JFK,” tegasnya. Sestama juga mengimbau Pusbin JFK sebagai unit yang meminta bantuan JFK harus mendukung pengembangan pengetahuan dan kemajuan teknologi dalam meningkatkan kualitas manajemen dan pembinaan JFK.

Dengan diadakannya bengkel dan bimtek ini diharapkan disetujui pemahaman yang sama antar-pejabat Fungsional Analis Kepegawaian untuk bersama-sama bersinergi dan menghasilkan terobosan penelitian khusus di bidang analisis kepegawaian dan untuk pengembangan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, SDM Unggul Indonesia Maju. Analis Kepegawaian juga diharapkan dapat berkontribusi, berhasil dan dikenal sebagai AK yang berprestasi dan profesional di tingkat nasionak maupun internasional. Tidak hanya itu, mereka dituntut mampu membantu dalam profesionalisme ASN. rat