15
Mar

Sistem Rekrutmen ASN Berbasis CAT BKN Jadi Salah Satu Capaian Positif 10 Tahun Reformasi Birokrasi di Indonesia

Nusa Dua – Humas BKN, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin, menyampaikan bahwa proses rekrutmen ASN melalui seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN menjadi salah satu bukti telah berjalannya sistem merit dalam birokrasi dan berkontribusi terhadap pencapaian positif program Reformasi Birokrasi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Syafruddin dalam pembukaan forum International Reform Symposium & Regional Workshop yang berlangsung Kamis (14/3/2019) di Nusa Dua, Bali.

Pada hari kedua penyelengaraan forum yang berlangsung hingga Jumat, (15/03/2019) tersebut, Kepala BKN Bima Haria Wibisana secara khusus memaparkan perihal Transparency and Accountability in Human Resource Management. “Saat ini proses rekrutmen ASN di Indonesia telah berjalan secara transparan melalui sistem yang efektif, mulai dari alur registrasi, seleksi administrasi, uji kompetensi dasar dan teknis yang dijaring secara objektif”.

Mengenai capaian CAT, pada tahun 2018, World Bank Global Report: Public Sector Performance yang dirilis Oktober 2018 lalu menobatkan CAT BKN sebagai produk unggul Indonesia kategori Civil Service Management yang berhasil mereformasi sistem rekrutmen ASN di Indonesia.

Salah satu peserta forum asal Korea Selatan sempat mengapresiasi sistem rekrutmen di Indonesia. “Mr. Bima, we are appreciating for recruitment system in Indonesia by using computer assisted test, and even in South Korea still using paper based system. Then I would like to asking how about the performance of those (human resource) who selected by CAT system?” imbuhnya.

Menanggapi apresiasi dan pertanyaan tersebut, Kepala BKN menjelaskan bahwa SDM hasil rekrutmen dengan CAT memberi kesempatan bagi mereka yang memang berkualitas terjaring masuk di Pemerintahan. Namun demikian menurutnya, penjaringan SDM berkualitas dengan sistem rekrutmen yang baik perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan SDM oleh instansi masing-masing.

Kepala BKN juga sempat menyoroti tenaga administrasi yang masih mendominasi di birokrasi pemerintahan Indonesia. Ia menambahkan bahwa pada era saat ini negara justru membutuhkan tenaga-tenaga ahli. Namun menurutnya di lapangan masih ditemui kendala antara lain seperti seringkali tenaga ahli dalam lingkup Pemerintah misalnya spesialis di bidang kesehatan lebih memilih bekerja di rumah sakit yang berani membayar lebih.

Selain ulasan proses rekrutmen ASN di Indonesia, Kepala BKN juga memaparkan instrumen sistem assessment lewat pelaksanaan talent pool. des