| Setelah WTP, Target BKN ke Depan WTC |
| Kamis, 19 Januari 2012 10:55 |
|
Jakarta-Humas BKN, Perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan BKN selama dua tahun berturut-turut (2009-2010) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan satu prestasi tersendiri. Namun demikian, perolehan WTP BKN bukan berarti laporan keuangan BKN tanpa catatan, oleh karena itu sasaran ke depan BKN adalah “wajar tanpa catatan apapun “ atau WTC. Hal ini sangat ditunjang dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang benar. Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Utama BKN Edy Sujitno saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Rabu (18/1) di Aula BKN lantai 5 Gedung I BKN Pusat Jakarta.
Sekretaris Utama BKN Edy Sujitno (kiri) membukan Bimtek didampingi Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pepen J. Effendi.
Lebih lanjut Sesma menjelaskan, pemahaman terkait proses pengadaan serta kepemilikan sertifikat mutlak diperlukan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. “ Target yang diharapkan adalah pemahaman dan sertifikasi. Pemahaman semata tanpa sertifikasi maka tidak bisa melakukan apapun, begitupun sebaliknya, sertifikasi tanpa pemahaman juga tidak bermanfaat. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan,” jelas Edy Sujitno. Edy Sujitno mengatakan permasalahan sekecil apapun dalam pengadaan barang dan jasa akan berpengaruh pada instansi, yakni BKN. Oleh karena itu perlu benar-benar diantisipasi jangan sampai masalah kecil itu timbul dan menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, Edy Sujitno mengharapkan bahwa perlu juga untuk memperhatikan proses perawatan dan pengelolaan barang dan jasa.
Suharto, Widyaiswara BPKP, sebagai Pembicara sedang memberikan pembekalan terkait
|