| Penting, Upaya Meningkatkan Kemapanan IT BKN |
| Selasa, 18 September 2012 08:40 |
|
Jakarta-Humas BKN, Peran Teknologi Informasi (IT) saat ini merupakan hal yang penting dalam suatu organisasi, baik dalam hal mengatur, mengontrol bahkan dalam hal pengambilan keputusan. Kita sudah mulai mengubah mind set bahwa IT adalah suatu keniscayaan dalam suatu organisasi. Oleh karena itu perlu Adanya Tata Kelola Teknologi Informasi dan Pedoman Audit Teknologi Informasi Kepegawaian di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini disampaikan Kepala Pusat Analisis Teknologi dan Modernisasi Menajemen Kepegawaian, Tauchid Djatmiko pada Presentasi Draft Tata Kelola TI di lingkungan BKN di Ruang Rapat Gedung II Lt 2, Jumat, (14/9). Acara tersebut di hadiri oleh Konsultan TI Hardisc Fauzi dan perwakilan dari unit kerja yang membidangi TI di BKN.
Kapus Analisis Teknologi dan Modernisasi Manajemen Kepegawaian Tauchid Djatmiko (kanan) memberikan arahan didampingi Konsultan TI Hardisc FauziLebih lanjut Tauchid Djatmiko mengatakan bahwa ada beberapa hal yang terkait dengan Tata Kelola TI, yaitu selain adanya aplikasi anggaran dan keuangan akan nada Tata Kelola Perencanaan secara Online di setiap unit kerja yang terintegrasi, kemudian terkait Tata Kelola Manajemen Belanja dan Investasi, dan Realisasi Audit Kinerja, karena tahun ini di tetapkan tahun kinerja, BKN juga di nilai kinerjanya oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Para peserta Presentasi Draft Tata Kelola TI mengikuti acara dengan seriusPada kesempatan yang sama, Fauzi menyampaikan tentang Laporan Akhir Rekomendasi Tata Kelola Teknologi Informasi . Fauzi pun menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengukur Tingkat Kemapanan Pengelolaan Teknologi Informasi di lingkungan BKN. Dari hasil laporan akhir diantaranya dapat disimpulkan bahwa: Proses Tata Kelola Teknologi Informasi di BKN berada pada tahapan awal (rudimentary stage), dimana komponen-komponen utama tata kelola TI seperti: kepemimpinan (leadership), struktur organisasi, dan tata laksana (business process), harus dikaji lebih rinci dan model penerapannya harus disesuaikan dengan visi dan misi BKN. Profil tingkat kematangan/kemapanan tata kelola TI BKN pada saat ini, merupakan dasar bagi perencanaan dan pelaksanaan program-program peningkatan tata kelola TI yang lebih baik di masa yang akan datang Konsultan memberikan lebih dari 20 rekomendasi dengan tingkat (Sangat Mendesak (Critical), Cukup Mendesak (Urgent), dan Mendesak (Required). Diantaranya Pelatihan Kompetensi Tata Kelola TI untuk tingkat pimpinan BKN termasuk kriteria sangat mendesak. (arif/kiswanto/aman) |