Indonesian (ID)English (United Kingdom)

Agenda Kegiatan

April 2014
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
WORKSHOP ANJAB, ABK, DAN EVAJAB ANGKATAN II

Setelah diselenggarakan diklat dan workshop Analisis Jabatan (Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK), dan Evaluasi Jabatan (Evajab) Angkatan I pada 21-26 Mei 2012, pemerintah melalui kegiatan kemitraan kembali menyelenggarakan diklat dan workshop yang sama Angkatan II bagi Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota se Jawa Tengah mulai Senin-Sabtu (18-23/06) di ruang aula Kanreg I BKN Yogyakarta.

Peserta merupakan pegawai yang bertugas melaksanakan penyusunan perencanaan kebutuhan dan formasi PNS pada Unit Organisasi dan Tata Laksana, Unit BKD, Unit Dinas Pendidikan, serta Unit Dinas Kesehatan dengan jumlah keseluruhan 154 orang.

Materi yang diberikan dalam diklat meliputi; analisis jabatan, penyusunan peta jabatan dan analisis beban kerja, perhitungan jumlah kebutuhan pegawai, penataan PNS dan proyeksi kebutuhan PNS selama 5 tahun, serta evaluasi jabatan dan pemeringkatan jabatan. Materi tersebut sangat diperlukan sebagai upaya riil dalam menyikapi kebijakan moratorium CPNS yang menuntut analisis jabatan dan pemetaan jabatan. Tanpa melampirkan analisis jabatan, maka daerah tidak akan diberikan formasi penambahan PNS

Hadir dalam kegiatan diklat dan workshop Angkatan II tersebut, Wakil Kepala BKN Eko Soetrisno, Deputi Bidang Pengendalian Kepegawaian BKN Bambang Chrisnadi, Kepala Kanreg I BKN Edy Wahyono SP, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BKN Made Ardita.

(Kepala BKN Eko Soetrisno saat memberikan pengarahan sekaligus membuka acara workshop Anjab, ABK, dan Evajab Angkatan II)

 

Dalam sambutannya Wakil Kepala BKN mengatakan bahwa kegiatan diklat dan workshop Anjab, ABK, dan Evajab ini merupakan bagian tindak lanjut dari grand design reformasi birokrasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah, dimana pemerintah ingin mewujudkan sebuah tatanan birokrasi berkelas dunia pada tahun 2025.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pemerintah telah merumuskan 9 program percepatan reformasi birokrasi, yakni: penataan struktur birokrasi, seleksi secara terbuka untuk penerimaan CPNS maupun pengangkatan jabatan, profesionalisasi PNS, peningkatan kesejahteraan pegawai, pengembangan e-government, efisiensi penggunaan fasilitas dan sarana, penyederhanaan perijinan usaha, serta peningkatan transparansi akuntabilitas aparatur.

Menurut Wakil Kepala BKN, saat ini terdapat 4,6 juta PNS. Jumlah ini tentunya tidak sedikit. Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah dengan jumlah tersebut mampu menjadi pendorong reformasi birokrasi atau malah sebaliknya menjadi beban pemerintah. Ada organisasi yang penggunaan anggaran daerahnya mencapai 70% hanya untuk keperluan birokrasi. Melihat realitas semua ini, maka perencanaan kepegawaian yang baik menjadi faktor yang sangat mendesak. Melalui kegiatan diklat dan workshop ini merupakan langkah awal untuk mengurai semua benang kusut tersebut.

Hasil dari workshop ini akan kita peroleh calon Analis yang bersertifikat, yang nantinya mampu melakukan kegiatan analisis jabatan, penyusunan peta jabatan dan analisis beban kerja, perhitungan jumlah kebutuhan pegawai, serta penataan PNS dan proyeksi kebutuhan PNS selama 5 tahun. Semua produk tersebut digunakan sebagai kajian dan masukan terhadap satuan organisasi yang dinaunginya untuk melakukan tindakan teknis baik melalui pendekatan pemberdayaan pegawai, pendidikan dan pelatihan, maupun distribusi pegawai.

Berkaitan dengan rekrutmen pegawai, tahun 2012 ini pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan seleksi penerimaan secara terbuka. Proses rekrutmen akan dikendalikan secara terpusat melalui konsorsium 10 PTN. Mulai 2013, proses rekruitmen CPNS juga akan dilakukan lebih transparan. Testing yang selama ini dilakukan di stadion-stadion, ke depan akan dihindari, karena dilakukan dengan system Computer Asisted Test (CAT). Saat ini sedang dibangun instalasi CAT di seluruh kantor regional BKN. Dengan cara itu, testing dilakukan di dalam suatu ruangan, dengan jumlah peserta terbatas, waktunya singkat, masing-masing menghadapi sebuah komputer, dan hasilnya dapat dilihat begitu selesai  mengerjakan soal. (Rdl)