Indonesian (ID)English (United Kingdom)

Agenda Kegiatan

April 2014
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
JF ASSESSOR SDM APARATUR, PERKUAT EKSISTENSI BKN

Selain Jabatan Fungsional Auditor Kepegawaian, Menteri PAN&RB dalam waktu yang bersamaan juga mengeluarkan Peraturan MenPAN&RB No. 41 Tahun 2012 Tentang Jabatan Fungsional (JF) Assessor Sumber Daya Manusia Aparatur. Jabatan Fungsional Assessor adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan penilaian kompetensi manajerial, dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai instansi pembinanya.

Penilaian kompetensi manajerial PNS merupakan proses membandingkan kompetensi yang dimiliki seorang PNS dengan kompetensi jabatan yang dipersyaratkan dengan menggunakan metode penilaian tertentu untuk dicapai standar kompetensi manajerial berupa persyaratan kompetensi manajerial minimal yang harus dimiliki seorang PNS dalam melaksanakan tugas jabatan.

Jabatan Fungsional Assessor merupakan jabatan karier, yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang penilaian kompetensi manajerial. Tugas pokok seorang Assessor yaitu melakukan kegiatan penilaian kompetensi manajerial, yang meliputi pelaksanaan penilaian, monitoring dan evaluasi pelaksanaan penilaian dan pemanfaatan hasii penilaian, serta pengembangan metode penilaian.

JF Assessor Aparatur merupakan jabatan tingkat ahli, mulai dari tingkat Pertama, Muda, Madya, dan Utama. Untuk dapat diangkat kedalam JF Assessor ini, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh CPNS untuk dapat diangkat pertama kali dalam Jabatan, yaitu:

a. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) di bidang Psikologi dan bidang ilmu lainnya yang berada pada rumpun bidang ilmu humaniora (Iimu bahasa, Pendidikan, Sejarah, Ilmu hukum, Filsafat, Antropologi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan llmu-ilmu sosial yang bersifat humanistik) yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara;

b. Pangkat paling rendah Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b;

c. Telah mengikuti diklat dan lulus uji kompetensi fungsional Assessor, dan

d. Nilai prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Bagi PNS dari jabatan lain yang akan diangkat kedalam JF Assessor, semua persyaratan tersebut diatas harus dipenuhi, dan ditambah lagi dengan mengikuti proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan kompetensi sebagai Assessor, usia paling tinggi 50 th, serta adanya formasi.

Calon Assessor yang akan diangkat menjadi Assessor harus mengikuti dan lulus diklat, mengikuti pemagangan dan mendapatkan sertifikasi melalui uji kompetensi. Assessor yang akan naik jenjang jabatan setingkat lebih tinggi juga harus mengikuti diklat penjenjangan, dan mendapatkan sertifikasi melalui uji kompetensi.

Sebagai tempat bernaungnya para Assessor, Assessment center memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan kualitas hasil seleksi. Sampai saat ini, beberapa instansi pemerintah telah memiliki dan mampu menyelenggarakan Assessment Cente yang tergabung dalam Paguyuban Assessment Center Instansi Pemerintah. Sampai dengan akhir tahun 2011, anggota paguyuban terdiri dari:

1. Badan Kepegawaian Negara (BKN)

2. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

3. Badan Pemerikisa Keuangan (BPK)

4. Kementerian Keuangan

5. Kementerian Kehutanan

6. BKD Provinsi Jawa Tengah

7. BKD Provinsi DI Yogyakarta

8. BKD Provinsi DKI Jakarta

9. Badan Diklat Provinsi Jawa Timur (www.bkn.go.id). (Rdl)

 

(CAT, sebagai salah satu instrumen assessment center yang menjadi unggulan BKN)