| Gambaran Pegawai Negeri Sipil Hasil Lanjutan PUPNS |
|
Tulisan ini merupakan Lanjutan dari Hasil PUPNS 2003 ..
Gambaran Pegawai Negeri Sipil Tahun 2003 Hasil Lanjutan PUPNS Pegawai Negeri Sipil Tahun 2003 a. Langkah awal yang dilakukan oleh BKN dalam mengembangkan system manajemen kepegawaian adalah melakukan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil. PUPNS dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2003 yang lalu yang menggambarkan PNS per 30 Juni 2003, dan hasilnya sudah disajikan pada bulan Januari 2004 yang lalu. b. Setelah pelaksanaan PUPNS, telah terjadi berbagai mutasi, yaitu antara 1 Juli sampai 31 Desember 2003, seperti pensiun, kenaikan pangkat, penambahan CPNS, dan mutasi lainnya. Dari hasil PUPNS yang sudah dimutakhirkan sampai keadaan 31 Desember 2003, jumlah Pegawai Negeri Sipil diperoleh sebesar 3.648.005 orang yang terdiri dari 2.172.285 laki-laki atau 60 persen dan 1.475.720 orang wanita atau 40 persen. c. Komposisi PNS Pusat dan Daerah, sejak diberlakukan otonomi daerah sudah bergeser. Jumlah PNS Pusat berjumlah 823.909 orang atau 23 persen dan PNS propinsi sejumlah 311.047 orang atau 8,5 persen dan PNS kabupaten/kota sejumlah 2.513.049 orang atau 70 persen. Untuk meningkatkan pelayanan kepada PNS Daerah, pada akhir 2004 BKN akan memindahkan berkas tata naskah PNS Daerah ke Kantor Regional BKN. d. Tingkat pendidikan PNS ternyata masih didominasi tingkat Sekolah Lanjutan Atas yaitu sebesar 1.394.423 orang atau 38,6 persen. Peningkatan yang cukup signifikan terlihat pada tingkat pendidikan Sarjana I, yang pada awalnya hanya berjumlah 661.626 orang atau 17 persen, maka dari hasil PUPNS meningkat menjadi 951.427 atau 27 persen. Bahkan tingkat pendidikan S2/Pascasarjana saat ini sudah mencapai 90.723 orang atau 2,5 persen dan yang berpendidikan Doktor/S3 sebanyak 9.343 orang atau 0,3 persen. e. Berdasarkan kelompok umur, jumlah PNS yang berumur antara 36-50 tahun berjumlah 2.451.517 orang atau 67 persen. Jumlah PNS yang berusia 51-56 tahun sebanyak 406.492 orang atau 11 persen dan yang berusia 57 tahun ke atas sebanyak 36.681 orang atau 1 persen. Memperhatikan angka PNS pada kelompok umur lima tahun mendatang akan pensiun hampir 500 ribu orang PNS, perlu dipikirkan upaya awal mengatasi kelangkaan pegawai dalam lima tahun mendatang dengan melalui proses seleksi yang memperhatikan mutu dan kualitas serta kesesuaian jabatan dalam organisasi. f. Jumlah PNS yang menjabat fungsional tertentu adalah sebesar 2.029.352 orang atau 56 persen dan yang terbanyak adalah tenaga fungsional guru sebesar 1.548.526 orang atau 76 persen, tenaga dosen sebesar 63.711 orang atau 3 persen, tenaga medis 12.807 orang, tenaga paramedis 114.490 orang atau 6 persen dan fungsional lainnya sebanyak 289.818 orang atau 14 persen. g. PNS yang masih golongan I tercatat sebanyak 88.676 orang atau 2,4 persen, modusnya terletak pada kelompok umur 36 ? 40 tahun, golongan II sejumlah 981.061 orang atau 26,9 persen, sedangkan golongan III sebanyak 2.129.381 orang 58,4 persen, kelompok umur 36 ? 45 tahun dari golongan ini yaitu 1.151.962 orang atau 32 persen dari total PNS, merupakan usia produktif yang dapat ditingkatkan kinerjanya dan PNS yang memiliki golongan IV sejumlah 448.887 orang atau 12,3 persen. h. PNS yang menduduki jabatan struktural berjumlah 289.163 orang, terdiri dari pejabat laki-laki sebesar 232.738 orang atau 80,5 persen dan wanita sebesar 56.425 orang atau 19,5 persen. Dilihat dari komposisi jenjang jabatan, pejabat eselon I ada sejumlah 684 orang atau 0,24 persen, eselon I disini termasuk para Sekretaris Daerah di Tingkat pemerintah daerah propinsi. Dari sisi gender ternyata pejabat eselon I yang wanita berjumlah 65 orang atau 9,5 persen. Pejabat eselon II ada sejumlah 11.421 orang atau 4 persen terdiri dari 10.671 laki-laki dan 750 perempuan , sedangkan eselon III terdapat 53.866 orang dan 7096 orang diantaranya adalah wanita dan eselon IV sejumlah 210.804 orang serta eselon V sejumlah 12.388 orang atau 4,28 persen. i. Bila ditinjau dari ratio PNS dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 214.816.022 orang (dari hasil P4B BPS) adalah sebesar 1,6. Ratio ini masih jauh lebih kecil dibanding dengan ratio PNS terhadap penduduk di negara-negara ASEAN yang berkisar antara 2,5 sampai 3. Konsentrasi PNS berada di Jawa dan Bali. Ratio PNS terhadap penduduk di Jawa dan Bali adalah sebesar 1,5 dan kawasan Sumatera sebesar 1,9 serta kawasan Indonesia Timur 2,3. Walaupun ratio PNS di luar Jawa lebih baik namun perlu dikaji lebih lanjut tentang mutu profesionalisme PNS di masing-masing satuan organisasi dan daerah di kawasan tersebut. Jakarta, 15 April 2004 Deputi Bidang Informasi dan Kepegawaian |