Indonesian (ID)English (United Kingdom)

info mobile

Agenda Kegiatan

April 2014
S M T W T F S
30 31 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 1 2 3
Setelah Pensiun Mau Jadi Petani Jagung dan Juragan Kontrakan

Acara Pelepasan Memasuki Masa Purna Bakti Bapak Supardi dan Bapak Atong

Tidak berselang lama sejak Desember 2011 lalu Kanreg VIII BKN Banjarmasin kembali melepas 2 orang pegawainya yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun), Kepala Bagian Umum, Bapak Drs. Supardi, M.AP (TMT. Pensiun 1 April 2012) dan Kepala Seksi Pensiun I, Bapak Atong Mahdi (TMT. Pensiun 1 Maret 2012) pada hari Kamis, 27 Maret 2012. Masing-masing telah mengabdi sebagai pegawai negeri sipil  selama 28 tahun dan 32 tahun.

Sebelum bergabung di Kanreg VIII BKN Banjarmasin, Bapak Supardi mengabdi di Kanreg II BKN Surabaya, sedangkan Bapak Atong mengabdi pada Kanreg V BKN Jakarta. Pak Pardi begitu biasanya beliau dipanggil, memiliki karir yang cukup cemerlang, karena pernah menjadi Kabid Status Kepegawaian & Pensiun, Kabid Mutasi, serta Kabag Umum di dua Kantor Regional BKN, Kanreg Surabaya dan Banjarmasin. Sosok yang memiliki senyum hangat ini bergabung dengan Kanreg Banjarmasin pada Agustus 2009, mempunyai hobi bersepeda dan bermain badminton. Diketahui saat kesan dan pesan dari perwakilan pegawai oleh Bapak Sumarjo, Kabid Status Kepegawaian & Pensiun, ternyata Pak Pardi selalu menjadi ranking 1 pada setiap diklat, seperti SEPADA, SEPALA, SPAMA.

Bapak Atong adalah salah satu dari pendiri dan pioner Kanreg VIII BKN di Banjarmasin. Sejak kepindahannya ke Kalimantan Selatan pada tahun 2000, Bapak Atong telah merasakan susah payahnya membangun Kantor Regional baru agar bisa diterima oleh masyarakat, mulai dari berpindah-pindah kantor hingga menghadapi pegawai yang protes karena keterlambatan pembayaran uang pensiunnya. Namun itu semua dapat dihadapi Pak Atong dengan tenang, sebagai Kepala Seksi Pensiun I Pak Atong berusaha menjelaskan kepada masyarakat bahwa mengenai pembayaran uang pensiun tidak berurusan dengan BKN lagi, melainkan ke Taspen. Beliau terkenal sebagai pribadi yang ceria, humoris, dan hobi berolahraga. Hingga umur ke-56 tahun ini, Pak Atong masih memiliki jasmani yang segar bugar, tidak kalah dengan pegawai yang berumur 20an tahun.

Keduanya yang bijaksana ini ternyata telah menyiapkan masa pensiun dengan matang, jauh-jauh hari mereka sudah memikirkan masa depan mereka ketika memasuki pensiun. Bapak Supardi dalam kesan dan pesan kepada hadirin berkelakar mau menanam jagung di daerah Sragen, sedangkan Pak Atong sedang membangun pondasi kontrakan rumah. Ide ini patut kita tiru, sebagai pensiunan PNS kita memang harus belajar mandiri, tidak hanya mengandalkan gaji pensiun namun berusaha membuka usaha baru yang mungkin bisa membuka kesempatan kerja bagi pihak lain.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor serta seluruh pegawai, dalam acara ini juga diserahkan Piagam Penghargaan Purna Bakti serta belasan hadiah kenang-kenangan. Diisi dengan acara makan siang bersama serta persembahan nyanyian dari pegawai-pegawai yang sangat menghibur.(diah)