Indonesian (ID)English (United Kingdom)

Keanggotaan

Arsip Konsultasi
Nama:
Kategori:

Nama: NN
Unit Kerja/Instansi: Pemda
Tanggal Kirim: Sabtu, 23 Januari 2010
Pertanyaan/Jawaban:

Yang Terhormat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Saya adalah seorang guru. Saya ingin menanyakan kelanjutan Usulan Kenaikan Pangkat saya dari IV-a ke IV-b TMT 01 Oktober 2009. Pada waktu itu usulan kenaikan pangkat saya oleh Kanreg I BKN dengan alasan ada permasalahan pada Penetapan Angka Kredit saya. Pada penilaian angka kredit terutama unsur utama, di unsur Pendidikan dinilai 130 oleh Tim PAK Kementrian Pendidikan Nasional. Pada waktu itu saya disarankan oleh Kanreg I BKN untuk meralat nilai pendidikan saya menjadi 100. Kemudian saya ke Jakarta sebanyak 2 (dua) kali untuk meralat PAK saya. Tetapi oleh Tim PAK Kementrian Pendidikan Nasional, ralat yang saya ajukan ditolak dengan alasan penilaian mereka sudah benar, dan jika mau diralat maka Kanreg I BKN harus mempunyai dasar hukum kenapa penilaian mereka salah (tidak boleh lebih dari 100).kemudian saya ditunjukkan surat dari MenPAN no 60 tahun 2005 tentang perubahan lampiran I dan II dimana angka kredit sarjana (S.1) menjadi 100.kemudian dari Tim tersebut juga menunjukkan Peraturan Kepala BKN no 28 Tahun 2005 tentang ketentuan pelaksanaan Surat MenPAN nomor 60 tahun 2005 tersebut. Di situ disebutkan secara jelas: dalam huruf Romawi A tentang tata cara penghitungan angka kredit yang memperoleh Peningkatan Pendidikan lengkap dengan contohnya."Bagi Ijazah Diploma II (D-II) memperoleh Sarjana (S.1) maka angka kredit ditambahkan 60 (enam puluh). Berdasarkan hal tersebut karena dasar Pendidikan saya Yang lama adalah Diploma II/Akta II, waktu itu dinilai 70, ditambahkan 60 maka menjadi 130 (seratus tiga puluh).Beliau juga memberi penjelasan bahwa untuk PNS yang sebelum berlakunya Men.PAN nomor 60 tahun 2005 maka jumlah angka kreditnya bisa kurang atau lebih dari 100 (seratus). Sedangkan Jika pada waktu pengangkatan setelah berlakunya MenPAN nomor 60 tahun 2005 maka dipastikan nilainya 100 (seratus), hal tersebut diatur dalam Peraturan Kepala BKN nomor 28 tahun 2005 Romawi B dan C lengkap dengan contohnya. Yang menjadi Ganjalan saya adalah, mengapa ada beda persepsi antara Tim PAK Kementrian Pendidikan Nasional dan Kanreg I BKN yang notabene adalah yang mengeluarkan atura tersebut....?????? yang kedua mengapa Peraturan Kepala BKN nomor 28 tahun 2005 tersebut, seakan-akan dimentahkan oleh Kanreg I BKN, yang mengharuskan nilai Pendidikan saya harus 100...?????? Peratanyaan saya, apakah saya masih bisa naik pangkat TMT 01 Oktober 2009 sedangkan sekarang sudah Januari 2010..????padahal kesalahan tersebut bukan kesalahan saya???hanya beda persepsi antara Tim PAK dan Kanreg I BKN... terimakasih.....jawaban saya tunggu segera..


Nama: IMAM
Unit Kerja/Instansi: PEMERINTAH.RSUD DOK II JAYAPURA
Tanggal Kirim: Kamis, 21 Januari 2010
Pertanyaan/Jawaban:

BPK/IBU DI BAKN YTH,MENGAPA PENGURUSAN KENAIKAN PANGKAT PERAWAT RSUD DOK II JPR DENGAN JABATAN FUNGSIONAL SELALU LAMA 3.5-5 THN BAHKAN LBH 6 THN PADAHAL KETIKA AKTIF KERJA 2 TH PAK TELAH TERPENUHI KETIKA DIUSULKAN KEPEGAWAIAN SELALU DIPENDING DENGAN ALASAN MASA AKTIF KERJA HRS 3.5 TH?KOK BEDA DENGAN DI RS LAIN PNS BISA NAIK SETELAH AKTIF KERJA DAN PAK TERPENUHI.


Nama: Yonas kogoya
Unit Kerja/Instansi: BPKD
Tanggal Kirim: Rabu, 20 Januari 2010
Pertanyaan/Jawaban:

hasil tes penrimaan tahun 2008 nama-nama belum diumumkan untuk kabupaten puncak jaya


Nama: Yonas kogoya
Unit Kerja/Instansi: BPKD
Tanggal Kirim: Rabu, 20 Januari 2010
Pertanyaan/Jawaban:

hasil tes penrimaan tahun 2008 nama-nama belum diumumkan untuk kabupaten puncak jaya



<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>