25
Jun

​Angkat Tema Menuntun Akal ke Jalan Takwa dengan Hati, BKN Gelar Salat Idul Fitri

​Setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan, Umat Islam merayakan hari kemenangan dengan salat Idul Fitri baik di lapangan maupun masjid di berbagai tempat.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menyelenggarakan salat Idul Fitri 1438 H yang diselenggarakan di Lapangan Kantor BKN, Minggu (25/6) dengan Imam   Pejabat Fungsional Analis Kepegawaian Ahli BKN, Sopanudin Nasuha, S.Sos dan Khatib Prof. Dr.-ing. Misri Gozan, M.Tech. IPM.
Dalam khotbah yang mengangkat tema Menuntun Akal ke Jalan Takwa dengan Hati, Misri menyampaikan bahwa Alquran dan Hadis telah banyak mengungkapkan saat hati seorang manusia baik maka baiklah semuanya.
“Demikian pula, sejak dulu hati dilukiskan oleh para penyair, dan filsuf, sebagai tempat cinta, kebijakan, intuisi dan emosi positif. Demikian juga dengan penemuan ilmiah (kedokteran) tentang hati,” ungkap Misri.
Bahasa Indonesia meski agak berbeda, lanjut Misri, menyebut hati sebagai liver, sedangkan bahasa lain menyebut hati sebagai jantung, al Qalbu (Arab), Herz (Jerman, belanda), Heart (Inggris), Xinzang (Cina).
“Memang Plato menyatakan encephalocentric ( _brain-centered_, yaitu mata, telinga, lidah, tangan dan kaki bergerak sesuai perintah/kemauan otak . Namun muridnya, yaitu Aristoteles mengatakan _cardiocentric (heart-centered)_atau: syaraf, yaitu pembuluh vena dan arteri, semua berasal dari hati/jantung,” jelas Guru Besar Universitas Indonesia itu.
19667658_1023639231101039_7951692485921402874_o
Aristoteles, lanjut Misri, mengatakan hati memasok kata-kata yang keluar bersamaan dengan suara yang berasal dari rongga dada (paru-paru). Ia juga menyampaikan bahwa teori Aristoteles ini diajarkan bahkan di kedokteran hingga abad 16.
“Para ahli sepakat bahwa fungsi berpikir sangat bergantung pada jumlah neuron. Pada manusia jumlah neuron otak adalah 86.000.000.000 (86 miliar). Bandingkan dengan jumlah neuron pada jantung yang “hanya” 40.000,” ungkap peraih S3 dari Universitas Dresden, Jerman ini.
Penemuan Ilmiah oleh Dr. J. Andrew Armour (neurocardiologist), tambah Misri mengatakan adanya hormon oxytocin , “love hormone”, yang ditemukan pada otak dan jantung. Hormon Oxytocin, tambah Misri, tidak hanya penting bagi cinta dan hubungan (khusunya bagi ibu hamil dan menyusui), namun juga ditemukan berperan penting bagi perilaku sosial ( _social behavior_), mengobati luka, proses belajar, memori, dan empati.
Para periset Universitas Arizona dan Universitas Hawaii (2002 ), tambah Misri, menulis artikel ilmiah bersama “Changes in Heart Transplant Recipients that Parallel the Personalities of their Donor”, kemudian 10 orang penerima transplantasi jantung (dan jantung-paru) diteliti dan diwawancara.
19667587_1023639234434372_2085040988404180375_o
“Beberapa kasus unik setelah transplantasi yakni lelaki gay berubah menjadi laki-laki normal dan menjadi vegen, dari benci hingga suka musik klasik (menerima jantung dari pemain biola), seorang wanita yang mendapat jantung dari pemusik dan penyair kemudian mampu menyelesaikan menulis syair yang belum pernah didengarnya sebelumnya,” jelas Misri.
Lebih lanjut, Misri menyampaikan bahwa fungsi hati sangat penting dalam berpikir. Ia menambahkan bahwa kehidupan seorang manusia banyak ditentukan oleh hati sehingga setiap insan harus membimbing hatinya.
“Alquran telah mencatat beberapa fungsi dari Hati. Pertama, hati untuk memahami (Q.S 22:46). Kedua, hati yang hidup (Q.S 36:70). Ketiga, hati lapang bercahaya (Q.S 6:122). Keempat, hati lembut dan berzikir (Q.S 39:22),” papar Misri.
Alquran, lanjut Misri, juga menyampaikan tanda-tanda kerusakan hati,  yakni sombong yang diterangkan dalam Q.S Al Baqarah ayat 7, sikap lalai tersurat dalam Q.S 16 Ayat 108 yang artinya mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
19575054_1023639361101026_9067696459541286374_o
“Ciri hati yang dikunci mati lainnya adalah tidak mau paham (Q.S 30:59), tidak mau berjuang (Q.S 9:87), dan melampaui batas (Q.S 10:74),” pungkas Misri seraya menyampaikan hati adalah penuntun hidup ini, terangi hati dengan Al-Quran dan sunnah Rasul agar otak mengikuti dan melangkah menuju jalan yang Allah rida.
Rangkaian Salat Idul Fitri di BKN berjalan dengan lancar dan penuh khidmat seusai khatib menyampaikan khotbah kemudian diikuti doa.
Bersama masyarakat sekitar yang melaksanakan rangkaian  Solat Idul Fitri tersebut, turut hadir pula Kepala BKN Bima Haria Wibisana, jajaran pejabat dan sejumlah pegawai BKN.
Kepala dan segenap pegawai BKN mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, “Taqaballahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin”.  dep