16
Okt

ASN Penggagas Pelayanan Sertipikat Massal Desa Calon Penerima KPLB

Jakarta – Humas BKN, Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Instansi Pusat dan Daerah berhasil sampai pada tahap Presentasi dalam rangka usul Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), setelah sebelumnya berhasil melewati tahap verifikasi dan validasi. Presentasi dilaksanakan di hadapan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dan seluruh Pejabat Tinggi Madya di lingkungan BKN pada Selasa (15/10/2019).

Dalam arahannya, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana kembali menggarisbawahi jika pemberian KPLB kepada ASN yang berprestasi merupakan bentuk apresiasi Pemerintah melalui BKN. Bima mencontohkan, beberapa ASN yang terlibat dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu diganjar KPLB. “Secara teknis, apa yang dilakukan ASN saat itu (evakuasi korban) sangat luar biasa. Mereka (ASN) menyelam melebihi ambang batas penyelaman, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan oksigen dan mempertaruhkan keselamatan jiwa. Atas aksi heroik itu, mereka (ASN) laik mendapatkan KPLB,” terang Bima. Bima menambahkan, KPLB diberikan kepada ASN yang memiliki prestasi luar biasa. “BKN tidak akan memberikan KPLB kepada ASN dengan prestasi umum. Prestasinya harus luar biasa,” tandasnya.

Sekretaris Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Budi Suryanto, yang menjadi salah satu ASN calon penerima KPLB, saat presentasi memaparkan prestasinya dalam menciptakan pelayanan sertipikat secara massal desa demi desa di Indonesia. Budi beserta jajarannya mampu merampungkan proses pembuatan sertipikat pada 71 juta bidang tanah hingga tahun 2019. “Target yang diinstruksikan Bapak Presiden adalah 125 juta bidang tanah rampung proses pemberian sertipikatnya pada tahun 2025. Untuk mencapai itu, kami menciptakan inovasi skema pelayanan pembuatan sertipikat massal desa,” jelasnya.

Budi melanjutkan, skema sistem kerja pelayanan sertipikat massal desa terbukti mampu mengeliminir tantangan yang selama ini ada dan berhasil merampungkan proses sertipikat tanah secara cepat, tepat dan akurat. “Proses kerja sistem pelayanan sertipikat massal desa sangat efektif. Karena dibantu juga dengan teknologi informasi, unit kerja terkait mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal,” pungkasnya. ber