02
Sep

BKN Gelar Sharing Session Impikasi Birokrasi Terhadap Rencana Ibu Kota Baru

(foto: end)

Jakarta – Humas BKN, Menanggapi berbagai isu yang diangkat kalangan media massa soal respons Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap rencana pemindahan ibu kota baru yang dinilai masih bersifat parsial, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku institusi pemerintah yang bergerak di bidang manajemen ASN menggelar sharing session untuk mengupas secara komprehensif tentang implikasi rencana ibu kota baru ini terhadap birokrasi dan perangkatnya.

Digagas oleh Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian BKN (Puskalitpeg), sharing session bertajuk “Implikasi dan Antisipasi Pemindahan ASN ke Ibu Kota Baru” ini menghadirkan Pengamat Politik Pemerintahan dan Kebijakan Publik LIPI Prof. Dr. Siti Zuhro, Deputi Bidang Polhukhankam Kementerian PPN/Bappenas Ir. Slamet Soedarsono, dan MenPANRB Periode 2011 – 2014 Ir. Azwar Abubakar.

Kepala Puskalitpeg Achmad Slamet menyampaikan sharing session ini bertujuan untuk memperoleh pandangan yang komprehensif perihal rencana pemindahan ibu kota dari perspektif birokrasi, khususnya bagi pegawai BKN. Hal itu disampaikannya dalam laporan penyelenggara kegiatan sharing session yang berlangsung Senin, (2/9/2019) di Kantor Pusat BKN Jakarta dan diikuti seluruh pegawai di unit kerja BKN Pusat, dan melalui video conference oleh seluruh Kantor Regional dan UPT BKN yang tersebar.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat membuka kegiatan ini berpendapat bahwa yang perlu didiskusikan tentang rencana pemindahan ini justru soal urgensi dan justifikasi pemindahan, serta bagaimana implikasinya, supaya tidak menjadi spekulasi saja. Menurutnya banyak spekulasi yang beredar soal rencana ini dan yang sebaiknya dilakukan BKN adalah secara proaktif memetakan apa yang bisa disiapkan, identifikasi potensi risiko, dan menyusun strategic planning soal pemindahan ini dari perspektif ASN. des/iin