03
Okt

BKN Kedepankan First Come First Served dalam Seleksi CPNS

Jakarta-Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengedepankan prinsip First Come First Served terhadap instansi dalam Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN di berbagai instansi pemerintah. Maknanya, BKN akan mendahulukan SKD bagi instansi pemerintah yang telah menyerahkan keseluruhan data pelamar CPNS terverifikasi. Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Iwan Hermanto ketika memimpin Rapat Persiapan Infrastruktur CAT yang diikuti para pejabat terkait dan perwakilan Kantor Regional (Kanreg) BKN, di ruang rapat lantai 2 gedung II BKN Pusat Jakarta,Senin (2/10/2017).

DSC05690.ok

Rapat persiapan infrastruktur CAT. (foto: aman)

Iwan Hermanto lebih lanjut menegaskan bahwa pada batch II SKD CPNS yang terdiri dari 60 kementerian/lembaga dan satu provinsi (Kalimantan Utara,Red) ini dimungkinkan dalam satu sesi tes terdapat pelamar CPNS yang berasal dari instansi yang berbeda.Dengan demikian, pada sesi tersebut, ada peserta tes yang melamar instansi tertentu, sementara pelamar CPNS lainnya melamar instansi yang berbeda. “Hal ini agar komputer-komputer dan infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, dan tidak ada yang idle (menganggur),”tandasnya.

Deputi Bidang SINKA Iwan Hermanto (tengah) memimpin Rapat Persiapan Persiapan Infrastruktur CAT  di ruang rapat gedung II lantai 2 BKN Pusat, Jakarta (2/10/2017).(foto: aman)

Deputi Bidang SINKA Iwan Hermanto (tengah) memimpin Rapat Persiapan Persiapan Infrastruktur CAT di ruang rapat gedung II lantai 2 BKN Pusat, Jakarta (2/10/2017).(foto: aman)

Lebih lanjut Iwan Hermanto mengutarakan bahwa kelancaran proses SKD dan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) CPNS membutuhkan kerja sama dan sinergi BKN dan juga instansi-instansi pemerintah terkait. Misalnya, Instansi pemerintah yang menerima CPNS perlu menyediakan petugas verifikasi lapangan dalam jumlah cukup untuk mengecek kesesuaian data peserta pada saat SKD dan SKB berlangsung. “Guna meningkatkan kelancaran tes ini, tiap kanreg mendapatkan tambahan 200 unit komputer, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN memperoleh tambahan 75 unit komputer,”imbuhnya. aman