07
Nov

BKN – Kemenkes RI Sepakati Lakukan Pemberdayaan ASN Bidang Kesehatan

DSC_6041

Kepala BKN & Menkes RI membawa salinan Nota Kesepahaman masing-masing. (foto: Mia)

Jakarta-Humas BKN, Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek, mengakui bahwa Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengalami kesulitan dalam mendistribusikan ASN bidang kesehatan, seperti jabatan fungsional (jabfung) Dokter dan tenaga medis yang tersebar di berbagai daerah. Untuk itu menurutnya perlu dilakukan pemberdayaan SDM kesehatan, baik dari sisi pendataan dan pengembangan seluruh pemegang Jabfung bidang Kesehatan melalui kerja sama dengan BKN, sebagai institusi yang berwenang dalam penyimpanan informasi pegawai ASN dan bertanggung jawab atas pengelolaan & pengembangan sistem informasi.

Kerja sama BKN – Kemenkes RI ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan & Pemberdayaan ASN dalam Bidang Kesehatan, sekaligus Perjanjian Kerja Sama dalam Pertukaran Data ASN Jabfung Bidang Kesehatan yang berlangsung Senin, (07/11) di Gedung Kemenkes RI Jakarta.

Kesepakatan BKN – Kemenkes RI yang tertuang dalam Nota Kesepahaman & Perjanjian Kerja Sama meliputi: Pertama, pemanfaatan data ASN pemangku bidang Kesehatan (Data Source) yang dimiliki BKN. Kedua, pemetaan ASN bidang kesehatan melalui pengembangan sistem informasi Jabfung kesehatan yang dikelola oleh BKN; dan Ketiga, pengelolaan & pengembangan tenaga Jabfung kesehatan berbasis kompetensi.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kesehatan Kemenkes RI, drg. Usman Sumantri juga menyatakan bahwa diperlukannya SDM bidang kesehatan untuk mengisi fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersebar, terutama dalam program Indonesia Sehat dan Kemenkes RI bertanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan itu.

“Kerja sama BKN – Kemenkes RI akan dilakukan melalui harmonisasi & rekonsiliasi data kedua institusi dalam peningkatan perfoma SDM kesehatan. Kemenkes RI akan sangat terbantu dengan data riwayat Jabfung bidang kesehatan yang dimiliki BKN untuk kemudian kita integrasikan data-data tersebut. Dari data BKN per Maret 2016, jumlah Jabfung kesehatan yang di bawah pembinaan Kemenkes RI berjumlah 28 Jabfung,” tutupnya. (des)