04
Agst

BKN Kirim Delegasi pada The 12th World Islamic Economic Forum

Jakarta – Humas BKN, Dalam rangka memperingati The 12th World Islamic Economic Forum, Razak School of Government (RSOG) menggelar diskusi dengan tema Decentraising Growth, Empowering Business. Chief Secretary RSOG YBhg Tan Sri Dr. Ali Hamsa yang menjadi pembicara mengatakan hal yang paling berpengaruh dalam ekonomi Associations of Southeast Asia Nations (ASEAN) saat ini adalah situasi ekonomi internasional dan lansekap financial global. Di Malaysia, sebagian dari ekonomi makro pada tahun 2015 terfokus pada penguatan ketahanan ekonomi, mengelola dampak dari kerentanan eksternal dan menjaga kesejahteraan masyarakat dan hingga saat ini tetap berlangsung.

Lebih lanjut, YBhg Tan Sri Dr. Ali Hamsa mengatakan jika ke depan rencana ekonomi Malaysia tidak lagi menjadikan proyek investasi publik dan swasta berskala besar menjadi supir utama dalam perekonomian negara, tetapi partisipasi masyarakat dalam merespon pertumbuhan domestik.

Pertemuan akbar yang dihadiri oleh 2500 delegasi dan 60 tokoh penting lebih dari 100 Negara di seluruh dunia tersebut merupakan forum tempat para pemimpin dunia, pemimpin industri, akademisi, ahli regional, profesional, dan majer perusahaan untuk berkumpul dan berbagi pegetahuan dan pengalaman.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi salah satu Delegasi asal Indonesia yang hadir pada diskusi tersebut. Kepada tim Humas BKN, Vino Dita Tama yang menjadi perwakilan BKN pada diskusi tersebut mengatakan dengan adanya diskusi tersebut, hal yang dapat dieksplorasi adalah apa yang seharusnya dilakukan Pemerintah untuk menanggapi berbagai masalah seperti terbatasnya pasar pekerjaan, munculnya kompetisi dalam bakat, sentralisasi/dekat dengan sumber aktifitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan sebagainya.

Selain itu, Vino menambahkan jika bahasan pada diskusi tersebut juga menyinggung pemanfaatan instrumen keuangan syariah untk kebutuhan pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) serta insdustri halal yang dapat dijadikan sarana meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi antarnegara islam dengan populasi muslik yang signifikan. Vino/Berry