11
Okt

BKN Lakukan Manajemen Risiko Demi Tingkatkan Maturitas SPIP

Jakarta-Humas BKN, “Setiap pekerjaan ada risiko, oleh karena itu harus dikelola karena tidak bisa dihilangkan”, ungkap Supranawa Yusuf, Sekretaris Utama BKN saat membuka kegiatan Sosialiasi Penerapan Manajemen Risiko di Kantor Pusat BKN, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bagian dari adanya Keputusan Kepala BKN No 124 Tahun 2019 tentang Pedoman Penerapan Manajemen Risiko. Yusuf menambahkan bahwa regulasi ini menjadi penting karena berkaitan pula dengan reformasi birokrasi. Lebih jauh lagi, manajemen risiko diperlukan setiap saat oleh seluruh pegawai untuk menumbuhkan kesadaran akan risiko, untuk mitigasi, untuk menghadapi risiko yang mungkin akan timbul sehingga target pekerjaan tetap tercapai.

Bambang Utoyo, Direktur Pengawasan Bidang Iptek dan RB Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut menerangkan bahwa yang dimaksud risiko adalah apapun yang bisa terjadi di depan dan akan menghambat tercapainya tujuan organisasi. Sedangkan manajemen risiko menurut ISO 31000 adalah aktivitas yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi dalam menangani risiko. Dan melalui surat keputusan Kepala BKN tersebut BKN sudah melangkah lebih baik. “BKN sudah maju satu langkah ke depan, 2020 baru akan dimasukkan dalam RJPMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), semua kementerian, lembaga, pemda, pada tahun 2020-2024 sudah mempunyai manajemen risiko”, buka Bambang pada paparannya.

Dasar hukum manajemen risiko adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Sesuai amanat pasal 2 PP tersebut untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, pimpinan kementerian, lembaga, atau daerah wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Sedangkan pasal 13 menyebutkan bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian risiko.

Dari 25 faktor penilaian maturitas SPIP tahun 2018, BKN masih memiliki 4 faktor yang dinilai masih belum optimal, yaitu dalam hal perwujudan peran APIP, identifikasi risiko, analisis risiko, serta faktor evaluasi terpisah. Oleh karena itu peningkatan maturitas SPIP BKN menjadi agenda penting bagi seluruh unit kerja yang ada di BKN. Hal ini seperti diungkapkan A. Darmuji, Inspektur BKN pada awal sosialisasi yang menerangkan bahwa peningkatan maturitas SPIP melalui manajemen risiko menjadi agenda seluruh unit kerja di BKN, “Harapannya setiap unit kerja yang menyusun kegiatan dan anggarannya sudah mempertimbangkan faktor risiko sehingga tujuan dan capaian kinerjanya lebih optimal”. bur/han