14
Mar

BKN Maksimalkan Teknologi Sederhana Kaya Manfaat

Jakarta-Humas BKN, Bertempat di Ruang Data Lantai II Gedung I  Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kepala BKN Eko Sutrisno membuka dua acara sekaligus Workshop Penyusunan Pedoman Audit Tehnologi Kepegawaian dan Workshop Pelatihan Sistem Aplikasi Kehadiran Pegawai di Lingkungan BKN Jum’at  (14/03/2014) yang dikuti oleh 40 peserta dan 39 peserta. Ikut hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala Pusat Analisis Teknologi dan Modernisasi (Kapus ATM) Tauchid Djatmiko dan Widyaswara Utama BKN Edy Sujitno.

Kepala BKN Eko Sutrisno (kanan) sedang memberi arahan kepada peserta Workshop

Kepala BKN Eko Sutrisno (kanan) sedang memberi arahan kepada peserta Workshop

Dalam arahannya Eko Sutrisno menegaskan bahwa audit teknologi saat ini sangat penting untuk mengetahui efektivitas serta manfaat dari tehnologi yang dimiliki dan gunakan suatu instansi. “Jangan belanja banyak teknologi tapi tidak siknifikan fungsi dan maksimal dalam penggunaanya” ucap Eko. lebih lanjut, Eko berpesan  agar hasil rancangan penyusunan pedoman audit teknologi yang dihasilkan dari workshop ini, dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar tidak ada kesalahan isi dari Perka BKN nanti.

 Kepada para peserta Workshop Pelatihan Sistem Aplikasi Kehadiran Pegawai di Lingkungan BKN. Eko berharap para peserta dapat belajar semaksimal mungkin sistem aplikasi kehadiran pegawai. dan bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh BKN, mengingat belanja teknologi di BKN sudah sangat besar, sehingga harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Kedepan  BKN harus bisa menggunakan teknologi  sederhana tetapi mempunya fungsi dan  manfaat yang besar” Kata Eko.

Para peserta Workshop sedang mendengarkan arahan Kepala BKN

Para peserta Workshop sedang mendengarkan arahan Kepala BKN

Dalam kesempatan yang sama, Tauchid Djatmiko memaparkan tujuan diadakanya acara ini adalah untuk membuat Rancangan Keputusan Kepala (Perka) BKN tentang Audit Teknogi dan pengelolaan absensi kepegawaian secara elektronik guna mendukung e-audit BKN oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dapat terintegrasi dengan data kepegawaian. Agus