21
Jun

BKN Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut

IMGL5212 copy

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menerima penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kis

Jakarta – Humas BKN, “Patut kita syukuri lah, luar biasa. Kita ingin terus tingkatkan prestasi kita. Semoga tahun-tahun yang akan datang, kita terus konsisten mendapat WTP,” ujar Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Usman Gumanti yang mendampingi Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kementerian dan Lembaga (LHP LKKL)  tahun anggaran 2016  di Lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) di Kantor BPK, Selasa (20/6/2017).

Lebih lanjut, Usman mengatakan jika capaian kali ini terasa spesial karena diraih oleh BKN secara 8 (delapan) tahun berturut-turut dan berharap ke depan, semua lini di BKN melakukan peningkatan, (dari sisi) Sumber Daya Manusia (SDM), pengelola keuangan maupun pengelola Barang Milik Negara (BMN).

“Saya kira itu yang harus lebih baik lagi. Namun saat ini patut kita syukuri,” Tutupnya.

 IMGL5199 copy

Opini WTP Bukan Merupakan Suatu Pemberian/Hadiah

Dalam sambutannya, mantan Anggota III BPK yang kini menjabat Anggota VII BPK Prof. Eddy Mulyadi mengatakan, opini WTP bukan merupakan suatu pemberian/hadiah, melainkan sangat tergantung pada komitmen dan usaha keras dari pengelola keuangan negara dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Eddy menambahkan, ada beberapa rekomendasi BPK atas hasil pemeriksaan K/L tahun anggaran 2016, yakni meningkatkan efektivitas pengendalian internal terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), melakukan stock opname terhadap aset, dan lebih melibatkan peran aparat pengawasan internal dalam mematuhi peraturan di bidang pengelolaan keuangan negara.

Pada acara yang dihadiri oleh pimpinan Kementerian dan Lembaga (K/L) tersebut, sebanyak 38 K/L menerima LHP LKKL dari BPK, yang salah satunya adalah BKN, dengan rincian sebanyak 31 K/L mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), 4 K/L mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan 3 K/L mendapat opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP). Berry