06
Nov

BKN Tegaskan Komitmen Pertahankan Predikat WTP dan Terus Lakukan Perbaikan

DSC_0450

Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti saat memberikan pengarahan kepada peserta Raker Evaluasi dan Koordinasi Pengelola Keuangan (Foto : Astri)

Jakarta-Humas BKN, Sekretaris Utama BKN Usman Gumanti menegaskan bahwa BKN bertekad untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Instansi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Oleh karenanya, Usman mengingatkan dengan tegas bahwa kekeliruan yang terjadi serta ketiadaan perencanaan pada masing-masing unit di lingkungan BKN agar tidak terjadi lagi pada tahun depan. Pernyataan itu disampaikan oleh Usman saat memberi pengarahan pada acara Rapat Kerja Evaluasi dan Koordinasi Pengelola Keuangan Negara tahun 2015 Kantor Pusat dan Kantor Regional BKN di Aula BKN, Kamis (5/11).

Usman menambahkan bahwa faktor penting yang perlu menjadi perhatian bersama adalah terkait perencanaan. Dengan adanya kegiatan evaluasi ini, Usman mengharapkan akan adanya perbaikan dalam perencanaan kedepan. “Ketiadaan perencanaan yang matang agar tidak terjadi lagi pada periode kedepan. Hal ini agar terjadi kesesuaian antara implementasi dengan perencanaannya,” tegas Usman. Bahkan apabila dibutuhkan, tambah Usman, BKN bisa menggunakan bantuan konsultan untuk melakukan perencanaan yang baik.

Pada kesempatan itu juga Usman menegaskan bahwa semua hal yang telah disampaikan membutuhkan kemampuan dan komitmen di semua lini. “Apabila kemauan dan kemampuan tidak dimiliki, maka mustahil terjadi perubahan yang diharapkan,” Tegas Usman. Usman juga mengingatkan bahwa kesulitan yang terjadi bisa disebabkan oleh kita sendiri dengan tidak menciptakan ketertiban, baik dalam perencanaan maupun saat pelaksanaan.

Selain menyampaikan berbagai hal tentang perencanaan dan evaluasi, Usman juga menginformasikan prestasi yang telah diraih BKN selama tahun 2015, yakni Predikat WTP atas Laporan Keuangan selama enam tahun berturut-turut sejak 2009, sebagai peringkat pertama pelaksanaan anggaran semester I, serta menjadi Juara Pertama kategori Utilitasi Barang Milik Negara. “BKN belum merasa puas atas penghargaan-penghargaan yang didapat karena BKN menyadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” tandas Usman. fuad