23
Jul

BKN Terima Kunjungan Studi Banding Rekrutmen ASN Delegasi Timor Leste

Jakarta-Humas BKN, Computer assisted test (CAT) yang sejauh ini difungsikan untuk melakukan seleksi ASN di Indonesia dinilai berhasil dalam menjalankan rekrutmen secara efektif dan terbuka. Keberhasilan tersebut telah menarik beberapa negara di Asia untuk melakukan benchmark terkait hal itu. Setelah sebelumnya terdapat kunjungan dari delegasi Office of the Civil Service Commission (OCSC) Thailand, sekarang giliran delegasi Comissao Funcao Publica (CFP) Republik Demokrasi Timor Leste yang melakukan kunjungan ke Kantor BKN Pusat. Kedatangan delegasi CFP disambut oleh Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) ASN BKN di ruang rapat PPSR BKN yang berlangsung pada Selasa, (23/07/2019).

Sambutan dari BKN disampaikan oleh Heri Susilowati selaku Kepala PPSR ASN BKN. Pertemuan antara kedua lembaga Pemerintah ini berisi sharing knowledge terkait sistem rekrutmen ASN. Heri dalam sambutannya berharap hubungan yang terjalin antar-negara ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Semoga dengan pertemuan kita, apa yang telah diharapkan sebelumnya dapat tercapai dan juga hubungan bilateral antara Indonesia dengan Timor Leste menjadi lebih baik lagi ” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Jose Telo S. Cristovao selaku Komisaris CFP mengajukan beberapa pertanyaan perihal rekrutmen ASN yang telah difasilitasi oleh BKN. Beberapa di antaranya mengenai proses melakukan seleksi dan metode pelaksanaan seleksi. Jose juga menyampaikan beberapa perbedaan dalam perekrutan ASN yang terdapat di Timor Leste dengan Indonesia. “Kami tidak memiliki sekolah kedinasan yang dapat secara langsung menjadikan siswanya menjadi ASN setelah lulus” jelasnya.

Sementara itu, penjelasan mengenai rekrutmen ASN yang telah difasilitasi oleh BKN menggunakan CAT secara mendetil dipaparkan oleh Heri. Heri menjelaskan bahwa proses rekrutmen diawali dengan identifikasi kebutuhan oleh setiap instansi Pemerintah, yang kemudian hasil dari identifikasi tersebut diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dari sana akan ada proses seleksi kebutuhan hingga akhirnya terdapat data kebutuhan ASN yang telah final. BKN akan mengacu pada data kebutuhan tersebut dalam membuka seleksi ASN secara nasional.

Heri kembali melanjutkan paparan terkait portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) dan CAT. SSCASN merupakan portal terintegrasi yang digunakan untuk peserta seleksi dalam melakukan pendaftaran, sedangkan CAT digunakan untuk melakukan ujian bagi peserta. “BKN tentu menggandeng kementerian dan lembaga pemerintah lain dalam melaksanakan rekrutmen ASN khususnya dalam pembuatan soal dan enkripsi data” pungkasnya. bur