28
Okt

BKN Terima Penghargaan Pilot Project e-LHKPN

Penerima Penghargaan

BKN yang diwakili oleh Direktur Pengolahan Data Kepegawaian, Sabar P. Sormin menerima penghargaan dari Komisi Pembarantasan Korupsi. (Foto: dok lahta)

Jakarta-Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diwakili oleh Direktur Pengolahan Data Kepegawaian, Sabar P. Sormin menerima penghargaan dari Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) atas dukungan terhadap Pilot Project Implementasi Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara secara elektronik (e-LHKPN).

Piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo pada Kegiatan Soft Launching e-LHKPN dan Gratifikasi Online yang berlangsung Kamis (27/10) di Gedung KPK Jakarta. Program e-LHKPN & Gratifikasi Online yang diluncurkan untuk mendorong para Pejabat yang akan melaporkan harta kekayaannya secara digital.

Menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, program e-LHKPN diluncurkan guna mempermudah para pengguna dalam melakukan Input Data yang jumlahnya semakin banyak. “Peluncuran resmi aplikasi e-LHKPN akan digelar pada Desember 2016. Saat ini aplikasi tersebut baru diuji coba terhadap 15 kementerian dan lembaga yang selama ini dianggap memiliki tingkat kepatuhan pelaporan harta kekayaan yang cukup baik,” ungkapnya.

Dengan adanya perangkat ini, setiap kementerian atau lembaga menyiapkan unit pengelolaan pendaftaran LHKPN yang berfungsi mendaftarkan pejabat yang belum serahkan LHKPN. Tapi, bagi pejabat yang tidak memiliki lembaga seperti calon kepala daerah bisa langsung menghubungi petugas KPK.

Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan menambahkan, tujuan diluncurkan program aplikasi e-LHKPN adalah untuk mengurangi maraknya tindak pidana gratifikasi. Pasalnya, jumlah harta kekayaan yang telah dipermudah lembaga antirasuah ‎bagi para pejabat negara dapat menunjukkan angka pendapatan mereka setiap tahunnya.

“Kita harus kembangkan budaya tidak menerima gratifikasi. Dengan elektronik kuncinya ada pertama untuk lapor, step kedua untuk tidak menerima. Step ketiga, ciptakan budaya hidup di lingkungan agar gratifikasi tidak ada,” tandas Pahala. (des)