03
Agst

BKN Tuan Rumah Workshop Manajemen Talenta Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah Se-ASEAN

Jakarta-Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Workshop on Talent Management for Senior Executive Services, 1-4 Agustus 2017 di Hotel Salak Heritage, Bogor. Workshop tersebut merupakan bagian dari ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (ACCSM) Plus Three Workplan Tahun 2016-2020. Pembukaan secara resmi pelaksanaan workshop telah digelar Selasa malam (1/8/2017) di Balaikota Bogor.

20596964_1042393852558910_1288551756543271896_n

Kepala Biro Perencanaan BKN, Agus Sutiadi(baju batik merah). (foto: mia)

Kepala Biro Perencanaan BKN, Agus Sutiadi kepada Tim Humas BKN menjelaskan terdapat sejumlah tujuan dari pelaksanaan workshop di antaranya: (1) Sharing pengetahuan dan praktik terbaik implementasi talent management di Indonesia dan Negara-negara anggota ASEAN lainnya; (2) Mendiskusikan model talent management yang sesuai dengan karakteristik organisasi kepegawaian di Negara-negara anggota ACCSM; (3) Merumuskan konsep manajemen talenta yang aplikatif dan dapat menjadi rujukan bagi setiap Negara anggota ASEAN dalam upaya menyiapkan suksesi kepemimpin di masing-masing Negara anggota guna memperkokoh birokrasi di ASEAN terutama untuk jabatan strategis pada level Jabatan Pimpinan Tinggi.

20543595_1042643002533995_2664333154378294983_o

Workshop on talent management diikuti oleh delegasi negara-negara anggota ASEAN. (foto: mia)

Workshop ini diikuti oleh delegasi negara-negara anggota ASEAN. Dari keseluruhan anggota ASEAN hanya delegasi dari Brunai Darussalam dan Vietnam yang tidak hadir,”jelas Agus. Selain delegasi ASEAN (Indonesia, Kamboja, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand dan Singapura dalam workshop juga hadir narasumber dari Korea Selatan, Singapura dan PT. Telkom. Sosialisasi hasil workshop juga diadakan dan dihadiri oleh Pejabat tinggi dan menengah dari kementerian/lembaga pusat dan pemerintah daerah (Pemda). Target yang ingin dicapai dari pertemuan ini yakni: (1) Tersusunnya rumusan konsep talent management untuk jabatan strategis yang dapat dijadikan rujukan bagi Negara di lingkungan ASEAN, (2) Penguatan kepemimpinan birokrasi di lingkungan Negara ASEAN.

Sekilas ACCSM

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menggelar kerja sama antarnegara anggota dalam berbagai bidang. Salah satu kerja sama yang aktif dilakukan adalah kerja sama dalam bidang manajemen kebijakan dan administrasi publik. Dalam pertemuan kedua ASEAN Standing Committe yang digelar pada tahun 1980 didirikanlah ASEAN Conference on Reforms in the Civil Service (ACRCS). Pada tahun 1987, ACRCS kemudian berubah nama menjadi ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM) yang memfokuskan diri pada penguatan kerja sama regional untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem kepegawaian dan tata pemerintahan.

20479463_1042394142558881_5571127296464700339_n

Delegasi negara-negara anggota ASEAN foto bersama dengan Wali Kota Bogor Bima Arya S (nomor lima dari kiri) dan Kepala BKN Bima Haria W (nomor enam dari kiri). (foto: mia)

Secara lebih detil, pendirian ACCSM bertujuan untuk bertukar informasi, pengalaman dan praktik terbaik dalam pelayanan sipil dan pengembangan sumber daya manusia dalam rangka mempercepat pembangunan sosial-budaya di wilayah regional, melalui upaya bersama dalam semangat kesetaraan dan kemitraan. Hal itu dimaksudkan guna memperkuat kerja sama dalam hal pelayanan publik.

ACCSM membawa misi memandu tindakan dan keputusan yang mencerminkan kepentingan bersama negara-negara anggota ASEAN dalam hal pengembangan layanan publik yang efektif, capable, akuntabel dan responsif di ASEAN, melalui sejumlah langkah yakni :

  • Penguatan mekanisme yang ada untuk memperkuat jaringan, saling belajar dan berbagi pengalaman antaranggota;
  • Promosi dan fasilitasi pertukaran praktik terbaik dan inovasi manajemen publik lainnya dengan meningkatkan peran The ASEAN Resource Center (ARC) sebagai penyedia keahlian pada sejumlah bidang yang dibidani ACCSM; dan
  • Pembentukan unit pendukung untuk membantu kepegawaian ASEAN mengembangkan dan mengadopsi inovasi terkini.

Untuk membantu peningkatan anggota ACCSM secara strategis, dibentuklah ASEAN Resource Center (ARC). The ASEAN Resource Center (ARC) di masing-masing Negara Anggota ASEAN mengembangkan bidang yang berbeda kendati tetap dalam koridor sektor kepegawaian. Dengan ARC tersebut maka diharapkan semua negara akan mampu meningkatkan kapasitasnya sesuai dengan bidang yang dikelola sehingga menjadi center of excelence di tingkat ASEAN. Adapun ARC yang dibangun adalah sebagai berikut:

  1. Brunei Darussalam mengelola teknologi baru dalam inovasi kepegawaian;
  2. Kamboja mengelola pengembangan kapasitas Pegawai Negeri Sipil;
  3. Indonesia mengelola pertukaran informasi kepegawaian/ ASEAN Resource Center for Information Exchange (ARCIE);
  4. Laos mengelola manajemen kinerja kepegawaian ;
  5. Malaysia mengelola pengembangan kasus-kasus kepegawaian sebagai bahan pembelajaran di bidang manajemen;
  6. Myanmar mengelola Training of Trainers untuk Pegawai Negeri Sipil;
  7. Filipina mengelola keahlian dalam pengujian;
  8. Singapura mengelola keahlian di bidang manajemen inovasi kepegawaian;
  9. Thailand mengelola keahlian dalam pengembangan kepemimpinan;
  10. Vietnam mengelola bidang manajemen personal.dep