13
Nov

Delegasi Bangladesh Berkunjung dan Mempelajari CAT BKN

Jakarta-Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima kunjungan dari negara sahabat di Asia. Kali ini delegasi dari Bangladesh Public Service Commission (BPSC) dan Kedutaan Besar Bangladesh yang berkunjung ke BKN untuk mengetahui lebih lanjut sistem rekrutmen pegawai negeri yang diselenggarakan oleh BKN pada Selasa (12/11/2019) di Kantor Pusat BKN.

Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf, beserta pejabat BKN lainnya menerima kunjungan dari BPSC dan Kedutaan Besar Bangladesh yang dipimpin oleh Shah Abdul Latif. “Saya menyambut baik niatan dari BPSC dan Kedubes Bangladesh untuk menggali informasi tentang sistem rekrutmen pegawai negeri di Indonesia. Oleh karena itu kami telah menyiapkan tim untuk sharing informasi mengenai sistem rekrutmen dengan Computer Assisted Test (CAT) BKN, juga mengenai proses rekrutmen itu sendiri,” ungkap Yusuf membuka pertemuan.

Suharmen bersama tamu delegasi. (foto: don)

Pada kesempatan tersebut Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN, Suharmen, berkesempatan untuk memaparkan sistem rekrutmen pegawai negeri kepada tamu delegasi. Suharmen menjelaskan bahwa BKN sebagai penyelenggara sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN) mempunyai tugas dan fungsi untuk memastikan terselenggaranya rekrutmen ASN yang transparan, kredibel, efektif, serta efisien. “Pada rekrutmen tahun 2018, BKN menyeleksi 3.628.330 pelamar untuk 238.015 formasi jabatan yang disediakan,” jelas Suharmen.

Sementara itu tim Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) yang dipimpin oleh Heri Susilowati memaparkan lebih lanjut proses rekrutmen ASN yang menjadi tanggung jawabnya. PPSR memiliki empat tugas pokok berkaitan dengan rekrutmen, yaitu mengusulkan kebijakan teknis untuk rekrutmen dan seleksi, memfasilitasi proses rekrutmen dan seleksi, mengembangkan teknologi sistem informasi untuk seleksi, serta memantau, mengevaluasi, dan menerapkan sistem rekrutmen.

Shah Abdul Latif juga menyampaikan terima kasih atas sambutan serta informasi yang telah diberikan.

Pertemuan diakhiri dengan tanya jawab mengenai sistem rekrutmen ASN di Indonesia, di antaranya mengenai minat para pemuda untuk mendaftar menjadi ASN serta kemampuan bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat seleksi. Shah Abdul Latif juga menyampaikan terima kasih atas sambutan serta informasi yang telah diberikan. Latif juga berharap Bangladesh dapat mengembangkan lebih lanjut sistem rekrutmen di sana. han