29
Jul

Delegasi Malaysia Tawarkan Kerjasama Pererat Soliditas antar Pegawai Pemerintah

Jakarta-Humas BKN, Delegasi dari Majlis Kebajikan dan Sukan Anggota-Anggota Kerajaan Malaysia (Maksak) melakukan kunjungan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jumat (29/7/2016). Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Cockpit Gedung I Kantor Pusat BKN, perwakilan Maksak, Encik Ahmad Faedzal Md Ramli menjelaskan maksud kunjungan yakni  menawarkan program First Malaysia-Indonesia Public Service Games & Joint Seminar.

Pada kesempatan itu, perwakilan BKN dipimpin Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN  Iwan Hermanto didampingi sejumlah Pejabat Tinggi Pratama seperti Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Aris Windiyanto, Kepala Pusat Pengembangan ASN, Ahmad Jalis dan Kepala Bagian Kerjasama Program dan Anggaran Petrus Sudjendro. Kepada perwakilan BKN, Encik Ahmad Faedzal menjelaskan program tersebut bertujuan mempererat hubungan antar instansi yang menaungi pegawai pemerintah dari kedua negara. “Program tersebut akan diawali dengan pertemuan informal pimpinan tinggi dari kedua instansi yang bertujuan mempererat jalinan hubungan yang selama ini telah ada. Kami menawarkan pada tahun 2017 Malaysia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan itu dan di tahun 2018 Indonesia yang menjadi tuan rumah,” jelas Faedzal. Pihak Malaysia, jelas Faedzal menawarkan pertemuan diisi dengan agenda seperti pertandingan olahraga, tampilan kesenian dan kunjungan ke sejumlah tempat di Malaysia. Sementara pihak BKN menawarkan pertemuan juga diisi dengan sharing atau pembahasan tema-tema tertentu.

Menanggapi tawaran dari pihak Maksak, Deputi Sinka BKN menjelaskan hal itu akan disampaikan kepada Kepala BKN untuk kemudian disampaikan keputusan atas penawaran tersebut. “Pada intinya kami merespons baik setiap tawaran kerjasama untuk mempererat hubungan kedua negara. Tetapi untuk penawaran ini, kami akan menyampaikan kepada Kepala BKN dan akan kami sampaikan bagaimana keputusannya” jelas Iwan.

Pada kesempatan itu, Ahmad Faedzal menjelaskan bukan tidak mungkin pertemuan informal para pejabat tinggi tersebut akan ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pegawai pemerintah kedua negara, seperti internship atau magang, seminar dan sebagainya.dep