10
Mar

Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah, Indonesia Akan Gelar ACDM 2016 di Dua Kota

20160307_bnpb

The Asean Committee on Disaster Management (ACDM) yang diselenggarakan BNPB dari  Rabu-Jumat (2–4/3/2016) di Komplek Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Gedung Ina DRTG Sentul, Bogor diikuti oleh Anggota Forum Bakohumas.

Sentul-Humas BKN, Humas BKN ikut berpartisipasi dalam Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan tema The Asean Committee on Disaster Management (ACDM) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Acara yang berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (2–4/3/2016) diselenggarakan di Komplek Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Gedung Ina DRTG Sentul, Bogor.

 Saat membuka acara, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja menjelaskan bahwa tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan ACDM. Acara ACDM tersebut akan dilaksanakan di dua kota yaitu di Kota Semarang pada bulan April dan Kota Manado pada bulan Oktober. Bulan Oktober adalah bulan pengurangan risiko bencana yang puncak acaranya dilaksanakan di Kota Manado, jadi pertemuan ACDM ini sekaligus memperingati bulan pengurangan risiko bencana. Agenda yang akan dibahas pada pertemuan ACDM tersebut adalah ASEAN Day for Disaster Management, ACDM Meeting, Joint Task Force Meeting to Promote Synergy With Other Relevant ASEAN Bodies on HADR (Humanitarian Assistance And Disaster Relief). Sebagai pembicara kedua, Direktur Fungsional ASEAN pada Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri J.S George Lantu menambahkan bahwa kita harus bangga bahwa Indonesia menjadi tuan rumah acara ACDM, karena ACDM ini akan meningkatkan kerjasama antar negara-negara anggota ASEAN, sehingga dapat memperkenalkan BNPB di forum regional ASEAN.

 Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pemaparannya menyampaikan bahwa komunikasi publik terkait manajemen bencana sangatlah penting. Sutopo menegaskan bahwa komunikasi dengan media yang dilakukan Humas saat penanganan bencana sangat penting, karena media sangat membutuhkan informasi yang cepat untuk segera disebarluaskan kepada publik. Untuk menyikapi masalah itu, Kepala Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB ini selalu mem-broadcast informasi bencana melalui hp kepada media saat terjadi bencana, sehiggga media tidak perlu sulit untuk mencari-cari informasi mengenai bencana.

Selain mendapatkan materi mengenai kebencanaan, peserta juga diberikan pengenalan alat-alat kebencanaan, berupa bagaimana cara pendirian tenda, cara memasak di dapur umum, pemanfaatan water treatment, cara menggunakan GPS, dan cara menggunakan alat komunikasi berupa sms broadcast, hp satellite, video conference serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dari PMI. Dengan pengenalan ini diharapkan peserta dapat mengetahui bagaimana cara penanganan bencana yang sudah dilakukan BNPB dan bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Peserta yang terdiri dari 80 orang perwakilan kementerian dan lembaga serta TNI dan Polri juga diajak untuk berkeliling Komplek Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) yang dipandu oleh petugas TNI untuk mengenalkan fasilitas apa saja yang terdapat di PMPP dan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh PMPP. Usai kegiatan di PMPP, peserta kemudian diajak dan diperkenalkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana dan Diorama BNPB yang terletak di Gedung Graha BPNB Lt.11 & 12, Jl.Pramuka Raya Kav.38 Jakarta. fhu