03
Des

“Gembong Narkotika di Lapas Kendalikan Peredaran Gelap Narkotika”

12273573_705834819548150_5055808752206728799_o

Kasubdit Lingkungan Kerja & Masyarakat BNN, Ricky Yanuarfi saat memberikan pemaparan pada kegiatan Penyelarasan Program Berbasis Narkotika di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN).  (dochumas : Mia)

Dalam rangka menyelaraskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan Kementerian dan Lembaga, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kegiatan Penyelarasan Program Berbasis Narkotika di Lingkungan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Acara digelar pada Kamis (3/12/2015) di ruang Mawar, Kantor Pusat BKN.

Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan BKN, hadir Kasubdit Lingkungan Kerja & Masyarakat BNN, Ricky Yanuarfi selaku pembicara. Pada kesempatan itu Ricky bertutur, jumlah penyalahgunaan narkotika yang begitu tinggi di Indonesia menyebabkan negeri ini menjadi sasaran peredaran gelap narkotika. “Dari 4 juta jiwa penduduk di Indonesia, 2,18% di antaranya menjadi penyalahguna narkotika. Mereka berada pada rentang usia 10-59 tahun,” jelas Ricky.

Pada kenyataan di lapangan, sambung Ricky, terdapat sejumlah fakta permasalahan narkoba di Indonesia. “Fakta-fakta tersebut di antaranya, gembong narkotika yang berada di dalam Lapas masih mengendalikan jaringan peredaran gelap narkotika, 80% pengiriman narkoba ke Indonesia melalui jalur perairan, hukuman mati tidak dilaksanakan secara konsisten, bisnis narkoba menghasilkan uang yang cukup besar sehingga mudah mempengaruhi sejumlah oknum penegak hukum dan modus operandi yang digunakan dalam peredaran narkoba kerap berubah-ubah,” jelas Ricky.

Ricky menambahkan dalam mendukung pelaksanaan program P4GN, BNN membutuhkan Peran Serta Kementrian dan Lembaga. “Melalui forum ini pula kami berharap dapat memberikan informasi tentang Program BNN dan bersinergi melalui kerjasama dalam merealisasikan P4GN,” pungkas Ricky. dep