13
Jan

Hadapi MEA, Penguji K3 Berperan Strategis

Jakarta-Humas BKN, Jabatan penguji keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berperan strategis untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perdagangan global. Guna menyiapkan SDM profesional di bidang K3, Badan Kepegawaian Negara (BKN) siap membantu Kementerian Tenaga Kerja sebagai instansi pembina penguji keselamatan dan kesehatan kerja, sesuai tantangan yang dihadapi. Arahan ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko sutrisno di Kantor Kementerian Tenaga Kerja Jakarta Selasa (13/1). Dalam kegiatan ini, Kepala BKN Eko Sutrisno dan Menteri Tenaga Kerja   M Hanif Dhakiri mengadakan penandatangan peraturan bersama tentang ketentuan pelaksanaan jabatan fungsional penguji keselamatan dan kesehatan kerja dan angka kreditnya.

_DSC0119

Menaker M Hanif Dhakiri (kiri) dan Kepala BKN Eko Sutrisno (kanan) sedang Menandatangani Keputusan Bersama

Eko Sutrisno menjelaskan bahwa peraturan bersama ini bertujuan untuk memberikan pedoman kepada pejabat yang secara fungsional membidangi kepegawaian dan pejabat yang terkait. “Hal ini penting sebagai upaya melaksanakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2014 yang menyangkut pola pengembangan karier dan profesionalisme PNS yang melaksanakan tugas pengujian K3,”tandasnya.

Sementara, M Hanif Dhakiri mengatakan peraturan bersama ini dibuat untuk penguatan peranan penguji K3. Diutarakan bahwa perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan menjadi salah satu syarat wajib yang harus diterapkan dalam persaingan di tingkat ASEAN dan era globalisasi yang ketat “Para penguji K3 harus memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan dalam menghadapi perdagangan global bagi perusahaan,” kata Hanif. (agus/aman)