20
Jul

Humas Bukan “Pemadam Kebakaran”

DSC05018

Retno Kusumastuti

Jakarta-Humas BKN, Dalam mengemas informasi, seorang praktisi humas perlu berorientasi kepada kebutuhan klien atau customer yang menjadi sasaran dari informasi yang akan dipublikasikan. Seberapapun banyaknya informasi yang dimiliki praktisi humas, jika tetap disampaikan tanpa memperhatikan informasi yang dibutuhkan customer, maka publikasi informasi yang dilakukan seorang praktisi humas tidak akan efektif. Pernyataan itu disampaikan Retno Kusumastuti, salah seorang narasumber dalam Pelatihan Kehumasan dan Marketing yang diadakan di kantor Requistoire Law Enforcement & Justice Magazine pada hari Kamis (20/7/2017) bertempat di Gedung Grahapena, Jakarta Selatan.

DSC04997

“Sampaikan yang ingin customer ketahui, bukan yang kita ketahui. Selain itu yang harus diperhatikan adalah seberapa besar isu yang beredar? Sudah menjadi opini atau masih isu? Apakah sudah viral atau belum? Jangan sampai peran Humas hanya sebagai pemadam isu negatif. Praktisi humas harus memiliki kekuatan menganalisa, jangan sampai informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi bumerang”, ungkap Retno.

Peserta pelatihan dan Retno berfoto bersama di akhir acara.

Peserta pelatihan dan Retno berfoto bersama di akhir acara.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Public Relation Club of Indonesia (PRCI) bertemakan “Keterbukaan Informasi Publik di Era Media Sosial” diikuti oleh praktisi Humas dari instutisi pendidikan dan pemerintah, di antaranya empat praktisi Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pelatihan ini terselenggara karena kekhawatiran isu di media khususnya di media sosial berkembang tidak terkontrol hingga memberikan kepahaman yang salah kepada masyarakat. Humas dan masyarakat diminta untuk senantiasa berhati-hati dalam menyebarkan suatu berita yang belum diketahui kebenarannya atau hoaxwik/dey/dik/fir