13
Sep

Ibadah Kurban Tak Berarti Jika Tak Mempedulikan Makna dan Hikmah yang Dikandungnya

IMGL2336

Jamaah sholat Iedul Adha 1437 H yang dilaksanakan di Parkir Kantor Pusat BKN, Senin (12/9/2016). foto : kis

Jakarta-Humas BKN, Pengorbanan yang dilakukan oleh Khalilullah (Kekasih  Allah) yakni Nabi Ibrahim ketika diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail tentunya tidak dapat disamakan oleh yang lainnya. Namun demikian, menyembelih hewan kurban yang menjadi syariat Islam bagi umat Rosulullah Muhammad sebagai upaya meneladani Nabi Ibrahim tentu sarat makna di dalamnya. Dan jika bandingkan antara pengorbanan bapak para Nabi yakni Nabi Ibrahim dengan yang kita lakukan, tentunya amat jauh, namun Allah tahu bahwa kita tidak mungkin mampu menghadapi ujian sebagaimana cobaan atas nabi Ibrahim. Pernyataan itu disampaikan oleh DR. H. Otib Satibi, M. Pd selaku Khatib dan sekaligus Imam sholat Iedul Adha 1437 H yang  dilaksanakan di Parkir Kantor Pusat BKN, Senin (12/9/2016). Mengingat hal tersebut, Khatib Sholat Iedul Adha menambahkan bahwa Allah memerintahkan menyembelih hewan kurban bukan berhenti hanya sebatas pada penyembelihan hewan kurban semata. “Penyembelihan kurban bukan hanya mampu menyembelih hewan kurban akan tetapi pengkurban juga diharapkan mampu menyembelih, mematikan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita, seperti sifat serakah, tidak memiliki rasa malu, tidak mengenal halal dan haram, enggan untuk diajak mengaji, suka memfitnah orang lain, dan berbagai contoh yang semisal,” jelas Khatib. Penceramah yang juga Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta itu juga mengingatkan bahwa rutinitas ibadah kurban yang dilakukan tanpa mempedulikan makna dan hikmah yang dikandung dari ibadah kurban tidak akan berarti sama sekali. “semoga kita dilindungi oleh Allah  dari hal yang seperti itu,” tandas Khatib.

Pada kesempatan itu juga Khatib menjelaskan terkait ibadah haji, dimana ibadah haji menjadi rukun Islam yang kelima itu merupakan upaya untuk bentuk kesempurnaan dan menyempurnakan keislaman seorang muslim. “Ibadah Haji merupakan salah satu bentuk pengorbanan juga khususnya harta yang dicintai, waktu dan juga tenaga. Apabila seorang muslim mampu untuk melaksanakannya, akan tapi tidak melakukannya, maka siap-siaplah tidak diakui sebagai umat nabi Muhammad,” jelas Khatib. Khatib menambahkan bahwa menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam kelima itu benar-benar sebagai upaya membentuk karakter muslim yang baik.

Hadir dalam pelaksanaan sholat iedul Adha Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Ketua Badan Pembinaan Rohani Islam Warli, Widyaiswara,  para pejabat dan pegawai BKN, bahkan Pensiunan Pejabat BKN Pusat Jakarta serta masyarakat sekitar Kantor Pusat BKN. Pada Hari Raya Kurban tahun ini, Kantor Pusat BKN melalui DKM Al Hidmah BKN menyelenggarakan pemotongan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi yang kemudian didistribusikan kepada yang berhak. fhu