31
Mei

Inilah Pesan Sesepuh Pada HUT ke-68 BKN

Mantan Kepala BKN, Eko Sutrisno saat diwawancarai oleh Tim Humas BKN. (foto: mia)

Jakarta-Humas BKN, Gempita puncak peringatan HUT ke-68 BKN, Senin (30/5/2016) menyatukan para pegawai BKN lintas generasi. Selain pegawai aktif BKN, terlihat para pensiunan pegawai dan pejabat BKN juga turut menghadiri peringatan milad BKN.

Salah satu pejabat yang hadir dalam acara tersebut yakni mantan Kepala BKN, Eko Sutrisno. Kepada tim Humas BKN, Eko mengaku berbangga melihat perkembangan BKN. Menurutnya Eksistensi BKN saat ini semakin menguat di mata publik. Salah satunya tergambar dari antusiasme kementerian/lembaga dan pemerintah daerah merespons hasil penilaian BKN Award. Ada semacam prestige yang dirasakan kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah yang dinobatkan sebagai pemenang BKN Award. Namun, jelas Eko keberterimaan publik terhadap BKN itu harus diikuti dengan introspeksi internal BKN. “Evaluasi diri harus terus dilakukan. Jangan sampai kita menilai layanan kepegawaian yang dilakukan pihak lain, sementara BKN sendiri tidak melakukan peningkatan kualitas atas layanannya. Jangan sampai keberterimaan publik menjadi bumerang. Publik saat ini sudah begitu kritis. BKN harus senantiasa mempu memberikan contoh atas poin-poin yang kita nilai dalam BKN Award dan dalam layanan kepegawaian yang lain”.

Pada kesempatan itu, Eko juga mengingatkan pentingnya mengelola SDM dengan baik. “Sebagai instansi yang diamanahi sebagai pembina kepegawaian, BKN harus bisa mencetak SDM-SDM berkualitas. Pegawai-pegawai yang sudah kita biayai untuk meningkatkan strata pendidikannya, pasca kembali lagi di instansi, harus jelas bagaimana re-entry-nya, bagaimana pemanfaatan ilmunya,” jelas Eko.

Eko menguraikan saat instansi memberikan izin para pegawai untuk meningkatkan pendidikannya, ada sekian banyak hal yang harus dikorbankan seperti beban pekerjaan yang harus dialihkan kepada pihak lain karena yang bertugas melanjutkan kuliah. “Nah, saat para pegawai yang sekolah lagi itu sudah kembali, tagih ilmunya, tagih kontribusinya untuk meningkatkan kualitas kerja BKN,” jelas Eko.

Jika BKN telah memiliki sistem pengelolaan SDM yang baik, sambung Eko, hal itu akan menjadi salah satu preseden baik bagi BKN dalam menjalankan fungsinya sebagai pembina BKN.  Pada kesempatan itu, Eko mengucapkan “Dirgahayu BKN”, semoga dengan bertambahnya usia BKN semakin jaya.dep