16
Feb

Jangan Turunkan Target Organisasi, Tapi Solusikan Hambatan Yang Halangi Pencapaian Target

Jakarta-Humas BKN,  Dalam sebuah organisasi target kerja perlu ditetapkan agar jalannya roda organisasi terarah dan outcome yang diharapkan dapat tercapai. Dalam perjalanannya, ruang diskusi dibuka untuk mencarikan solusi dari setiap hambatan yang mungkin muncul pada upaya pencapaian target tersebut dan bukan untuk menurunkan target.  Selanjutnya perlu dilakukan evaluasi berkala tentang progress pencapaian target sebagai upaya mengawal pencapaian target dan outcome termasuk ketepatan strategi yang diterapkan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu simpulan yang mengemuka dalam benchmarking BKN mengenai Penilaian Perilaku Kerja Model 360 Derajat ke PT Pertamina (Persero), Selasa (14/2/2017) di Kantor Pertamina, Jakarta. Tim  BKN dipimpin oleh Kepala Pusat Kajian dan Penelitian Kepegawaian (Puskalitpeg) Margi Prayitno dan ditemui oleh Tim dari Pertamina yang dipimpin oleh VP Pertamina Corporate University  & Pjs SVP HR Development, Ihsanuddin Usman.

Sementara itu terkait dengan implementasi metode 360 derajat sebagai tools mengukur perilaku kerja, Tim Pertamina menjelaskan bahwa  penilaian 360 derajat yang mereka lakukan didasarkan pada judgement kolektif dari diri sendiri, evaluator, peers (sesame rekan kerja ) dan anak buah. Evaluator yang dimaksud adalah atasan dari pegawai dan mendapat porsi penilaian 80% dalam komposisi keseluruhan nilai dari pengukuran perilaku. Sementara porsi 20% diperuntukkan bagi kombinasi hasil penilaian diri sendiri, peers dan anak buah. Selanjutnya hasil akumulatif nilai kinerja pegawai merupakan kombinasi dari hasil Key Performance Indicator (KPI) dan penilaian 360 derajat tanpa pembedaan porsi pembobotan dari masing-masing variabel tersebut. Dalam benchmarking tersebut, disampaikan pula bahwa setiap pegawai di Pertamina tidak diwajibkan menyampaikan daily report atas progress pekerjaannya. Untuk melakukan evaluasi atas hasil kerja, termasuk perilaku setiap pegawai, digelarlah people review setiap dua kali setahun yang dikombinasikan dengan performance dialogue di setiap kwartal di mana di dalamnya setiap atasan melakukan performance coaching kepada setiap staf yang berada di lingkup kerjanya. Performance coachingtersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan capaian kerja. dep