30
Jul

Kanreg III BKN Bantu Ungkap Dugaan Sindikat Penipuan CPNS Di Jawa Barat

Jakarta-Humas BKN, Ratusan Juta Rupiah Lenyap Tertipu Calo Pegawai Negeri. Demikian judul yang menghebohkan ditulis di halaman 11 Koran Tempo pagi ini, Kamis (30/7/2015).

Berita tersebut merilis bahwa ratusan orang yang merasa tertipu bersepakat dan berkumpul di Hotel Yehezkiel Bandung, Rabu (29/7/2015). Mereka menunggu keputusan terkait dengan uang yang terlanjur disetorkan untuk dapat diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan ditempatkan di wilayah kerja Jawa Barat dan Banten. Salah satu korban menuturkan bahwa masing-masing korban telah dimintai Rp. 150 juta sebagai syarat agar diterima sebagai PNS, oleh orang yang mengaku sebagai pejabat di sebuah kementerian.

Dikonfirmasi Humas BKN terkait hal tersebut, pejabat Kantor Regional (Kanreg) III BKN Bandung yang tidak bersedia disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya di Hotel itulah empat orang yang diduga terlibat sindikat penipuan CPNS mengumpulkan ratusan korban untuk melakukan briefing dalam memuluskan aksinya, kemarin. Menerima laporan mengenai kegiatan tersebut, Kasubbag Supervisi Kepegawaian Kanreg III BKN Bandung Muchlis didampingi empat staf lainnya meluncur ke lokasi.

Setelah melakukan pengamatan dan penelitian atas kegiatan kepegawaian tersebut, Tim Kanreg III BKN sementara ini menduga bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan sindikat penipuan CPNS serta memastikan bahwa tidak ada oknum PNS BKN yang terlibat. Selanjutnya Tim Kanreg III BKN Bandung melaporkan ke pihak Kepolisian terkait masalah tersebut. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh pihak Kepolisian Resor Kota Besar Bandung.

Di tempat terpisah, Kepala Sub Bagian Fasilitasi Pengaduan Masyarakat Afriani menyampaikan bahwa pihak BKN siap bekerjasama dan senantiasa mendukung aparat penegak hukum dalam menindak tegas sindikat penipuan terkait pengadaan CPNS. Afriani juga menghimbau kepada segenap masyarakat untuk lebih waspada dan bersama BKN membasmi praktik penipuan pengadaan CPNS. Subali