28
Feb

Kemenkumham Kukuhkan DES, Produk BKN Pengikis Pandangan Miring Kinerja PNS

Direktur Kinerja ASN BKN Neny Rochyany. Doc Dik

“Saya bingung lihat kinerja PNS. Di kantor PNS banyak yang nganggur, ngobrol, baca koran. Terlalu banyak pegawai. Kalau ada pimpinan baru terlihat sibuk, enggak tahu sibuk apa. Melayani masyarakat nggak ramah, tidak ada senyumnya padahal mereka pelayan masyarakat. Jam kerja masih ada keluyuran di pasar, di mall dan di warung kopi ( terlihat dari seragamnya). So… Kinerja PNS jauh dari harapan yang dituntut harus pofesional dan berkualitas,” ucap salah seorang warga masyarakat yang minta namanya disamarkan.

Jakarta-Humas BKN, Pernyataan miring di atas setidaknya mewakili pandangan sebagian masyarakat Indonesia terhadap kinerja ASN-PNS yang masih dianggap kurang. Mengikis pandangan miring tersebut, BKN selaku Lembaga yang diberi amanah dalam membina dan menyelenggarakan manajemen kepegawaian Negara meluncurkan produk baru, yaitu E-kinerja Daily Evaluation System Badan Kepegawaian Negara (DES-BKN). Bahkan setelah metode seleksi CAT-BKN, DES-BKN ini merupakan produk asli BKN kedua yang sudah terdaftar dan memperoleh surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Februari 2018 ini.

Pegawai BKN sedang membuat laporan kinerja harian di Aplikasi tersebut. Doc Dik

Sebagaimana surat pencatatan ciptaan yang diterbitkan oleh Kemenkumham, DES-BKN merupakan produk ciptaan BKN jenis ciptaan Program Computer dengan Nomor pencatatan: 000101933. Sementara tanggal dan tempat untuk pertama kali DES-BKN diumumkan di wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia, yaitu pada 1 Februari 2017 di DKI Jakarta. “Penerbitan surat pencatatan ciptaan tersebut dalam rangka perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Freddy Harris. “Jangka waktu perlindungan selama 50 puluh tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali dilakukan pengumuman,” imbuhnya.

Ditemui Tim Humas BKN di ruang kerjanya, Selasa (27/2/2018) Direktur Kinerja ASN BKN Neny Rochyany menyampaikan bahwa diciptakannya DES-BKN guna mendorong setiap PNS untuk melaporkan kinerjanya setiap hari. “Dengan DES-BKN, kinerja para PNS akan terpantau baik harian, bulanan maupun tahunan,” papar Neny. Ia menambahkan bahwa dengan pemanfaatan DES-BKN penilaian kinerja atau prestasi kerja para PNS yang dilakukan pada setiap akhir tahun akan akuntable dan terukur. “Ini akan menepis pandangan bahwa penilaian prestasi kerja PNS selama ini masih by feeling,” imbuh Neny.
Menghubungkan DES-BKN dengan kinerja ASN-PNS, Neny Rochyany menyampaikan bahwa dengan komitmen bersama semua pihak untuk pemanfaatan DES-BKN, maka tidak ada lagi PNS yang tidak berkinerja, nganggur,dan keluyuran. “Semua kinerja akan te-record. Ke depan DES-BKN akan terintegrasi dengan pemberian tunjangan kinerja,” terangnya.

Saat ditanya kapan DES-BKN akan diterapkan di seluruh Instansi Pemerintah, Neny Rochyany menjelaskan bahwa untuk pilot project pemanfaatan DES-BKN pada 2018 ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan para pengelola kepegawaian 10 Kementerian/Lembaga yang berkantor di Jakarta. “Pemanfaatan DES-BKN ini sifatnya mandatory. Sebagai uji coba akan kami lakukan di 10 Kementerian pada 2018 ini,” terangnya.

Kontributor: Subali/Dik