24
Nov

Korpri BKN Selenggarakan Medical Eye Check Up bagi Pegawai

15203226_889591767839120_8949378466226287662_n

dr Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO dari Vio Optical Clinic saat memberikan penjelasan materi seminar dengan tema “Menjaga Kesehatan Mata Agar Tetap Sehat Bekerja di Lingkungan BKN”. (foto : mia)

Jakarta-Humas BKN, Setelah menggelar kegiatan donor darah pekan lalu, semarak peringatan HUT Korps Pegawai Negeri (Korpri) di BKN kembali dimeriahkan oleh kegiatan pemeriksaan kesehatan. Kali ini, Kamis (24/11/2016), Korpri BKN menggelar seminar kesehatan mata dan medical eye check up di aula kantor Pusat BKN. Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Vio Optical Clinic tersebut diikuti oleh puluhan pegawai BKN dan dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan (DP) Korpri BKN Imas Sukmariah.

Kegiatan medical eye check up diawali dengan seminar yang disampaikan oleh dr Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO yang mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mata Agar Tetap Sehat Bekerja di Lingkungan BKN”. Dalam seminar tersebut dr Andri mengatakan mata merupakan salah satu pancaindra yang harus senantiasa dirawat. “Karena memiliki fungsi yang esensi dalam kehidupan manusia, maka gangguan mata dapat menurunkan kualitas hidup manusia,”jelas Andri.

Pada kesempatan itu Andri memaparkan jenis-jenis gangguan mata yang bisa menjangkiti manusia, yakni pertama silinder. Ketika seseorang mengalami gangguan mata silinder, maka bentuk bola matanya seperti bulat telur.Penderita gangguan mata silinder mengalami kesulitan saat harus fokus melihat sesuatu karena muncul bayang-bayang di sekitaran benda yang dilihat. Kedua, presbiopi. Presbiopi merupakan gangguan mata yang kerap dialami oleh mereka yang berusia lanjut. “Pada penderita presbiopi, kekuatan otot matanya berkurang. Jadi presbiopi ini bukan penyakit. Karena gangguan yang diderita memang karena faktor usia.”

Gangguan mata yang ketiga, lanjut Andri adalah katarak. Andri mengatakan saat mengalami katarak seseorang memiliki lensa mata yang keruh di mana kekeruhan itu menghalangi masuknya cahaya ke mata. “Tanda-tanda penderita katarak yakni penglihatan kabur, kurang kontras, penglihatan ganda dan ketajaman penglihatan di malam hari menurun”. Sementara itu gangguan mata yang ke empat adalah glaukoma. “Penyakit ini disebabkan oleh perubahan syaraf optik mata yang dikarenakan oleh tekanan intra ocular.

 Pada kesempatan itu, dr Andri juga mengarahkan pentingnya menjaga kesehatan mata yang antara lain dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan berkala, tanggap terhadap setiap tanda-tanda gangguan yang muncul seperti pandangan buram, sakit/perih di mata atau pandangan hilang sebagian. Selain itu dr Andri juga menuturkan pentingnya melindungi mata dari sorotan sinar ultraviolet maupun paparan benda asing. “Asupan makanan juga perlu diperhatikan. Untuk menjaga kesehatan mata konsumsilah makanan yang mengandung protein, omega 3 dan vitamin C. Selain itu jangan merokok. Kandungan nikotin dalam rokok dapat mempercepat potensi mata menderita katarak”. dep